kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Awas, ada serangan hacker bagi pengguna Gmail


Rabu, 06 Juni 2012 / 11:04 WIB
ILUSTRASI. Pekerja menyiram bibit jati unggul di Pusat Pembibitan Jati Unggul Perum Perhutani BKPH Sanca Indramayu.Pho.KONTAN/Achmad Fauzie


Reporter: Edy Can, Bloomberg | Editor: Edy Can

Google Inc. memperingatkan pengguna layanan emailnya (Gmail) atas serangan peretas yang dibeking oleh negara. Peringatan itu telah dilayangkan lewat email kepada pengguna yang diduga menjadi target para hackers tersebut.

Surat elektronik itu berbunyi,"Kami percaya peretas yang disponsori oleh pemerintah kemungkinan akan mencoba mengakses akun atau komputer Anda."

Namun, Google mengatakan, komputer atau akun penerima email tersebut bukan berarti sudah dibajak. Menurutnya, peringatan tersebut untuk mewanti-wanti penggunanya bertindak cepat untuk mengamankan akunnya.

Google tidak menjelaskan siapa saja yang menjadi target hackers tersebut. Situs pencari terbesar ini mengatakan, penerima email ini diidentifikasi dari perhitungan algoritma yang mereka buat. Selain itu, pihaknya juga mengumpulkan laporan dari para korban hackers.

Google juga tidak menjelaskan siapa negara yang mensponsori serangan tersebut. Namun, pejabat Amerika Serikat seringkali menuding China sebagai sumber serangan hackers internasional.

Negara lain juga tersangkut tuduhan serangan hacker tersebut. Pekan lalu, New York Times mengungkapkan, Amerika Serikat dan Israel berada di belakang serangan worm Stuxnet yang merusak mesin fasilitas nuklir Iran pada 2010 lalu.




TERBARU

[X]
×