kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45806,19   -5,40   -0.67%
  • EMAS1.055.000 -0,94%
  • RD.SAHAM -0.34%
  • RD.CAMPURAN -0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Bank of America menangguhkan US$ 7,7 miliar kredit komersial


Minggu, 02 Agustus 2020 / 18:05 WIB
Bank of America menangguhkan US$ 7,7 miliar kredit komersial
ILUSTRASI. FILE PHOTO: A customer uses an ATM at a Bank of America branch in Boston, Massachusetts, U.S., October 11, 2017. REUTERS/Brian Snyder/File Photo GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD

Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Bank of America Corp (BofA) telah menangguhkan pinjaman sebesar US$ 7,7 miliar untuk debitur komersial. Langkah ini dilakukan sebagait tanggapan terhadap pandemi Covid-19.

Melansir Bloomberg, Minggu (2/8) sekitar 2% dari pinjaman komersial klien telah dimodifikasi pada tanggal 23 Juli 2020, terutama terdiri dari penangguhan pembayaran selama 90 hari.

Merujuk pada aturan yang dirilis perusahaan pada Jumat (30/7) lalu, kendati demikian pembayaran bunga tetap terus bergulir untuk setiap pinjaman tersebut.

Baca Juga: Kekayaan Bill Gates bertahan, pesaingnya orang terkaya Eropa terus menyusut

Namun, beberapa debitur memang telah menerima keringanan jangka pendek atas perjanjian kredit. Sedangkan pada segmen kredit konsumen dan bisnis kecil, penangguhan kredit telah mencapai US$ 28,5 miliar.

"Amerika Serikat (AS) dan ekonomi global telah terkena dampak negatif dan kemungkinan akan demikian untuk jangka waktu yang lama, karena masih ada ketidakpastian yang signifikan tentang waktu dan kekuatan pemulihan ekonomi," ujar Manajemen BofA, bank terbesar kedua dari sisi aset.

Lebih lanjut, perusahaan menjelaskan bila kondisi ekonomi seperti saat ini terus berlanjut atau bahkan memburuk, pihaknya memandang bahwa iklim ekonomi makro pun juga akan terus mengalami efek buruk yang berkelanjutan, dan berdampak pada bisnis perusahaan.

Penangguhan kredit tersebut sejatinya sudah bergulir sejak beberapa pekan terakhir, persisnya diberikan kepada 1,4 juta debitur pada 23 Juli 2020. Jumlah tersebut menurun dari sekitar 1,7 juta debitur di periode dua minggu sebelumnya di AS.

Adapun, perusahaan lain juga menyebutkan kalau lebih dari 95% pelanggan telah meminta untuk menunda pembayaran kartu kredit di rekening mereka, menurut perusahaan pembiayaan yang berbasis di Chartlotte, North Carolina.

Baca Juga: Warren Buffett borong lagi saham bank favoritnya senilai Rp 7,673 triliun

Debitur yang pembayaran kartu kreditnya ditunda, sekitar 61% telah melakukan setidaknya satu kali pembayaran, sementara 33% telah melakukan pembayaran setiap bulan.

Sedangkan, secara keseluruhan sebanyak 7% pemegang kartu kredit telah meminta perubahan limit. Hal ini menjadi bagian dari program keringanan yang diberikan perusahaan, yang terdiri dari penangguhan awal selama 60 hari, dengan perpanjangan otomatis untuk pembayaran jatuh tempo hingga 15 Agustus 2020.



TERBARU

[X]
×