Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Israel memulai fase baru dalam serangannya terhadap Iran dengan menargetkan pos pengamanan yang dijaga pasukan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) berdasarkan informasi dari mata-mata di lapangan, menurut sumber yang memahami strategi militer Israel kepada Reuters, Jumat (13/3/2026).
Penargetan pos-pos yang dijaga personel IRGC ini menunjukkan upaya Israel untuk melemahkan pasukan elit Iran, seiring dengan pelaksanaan serangan udara bersama dengan Amerika Serikat (AS).
Baca Juga: Jumlah Lowongan Kerja AS Naik Januari 2026, Tapi Perekrutan Masih Lamban
Israel menyatakan tujuan perang mereka mencakup penghancuran kemampuan militer dan nuklir Iran, sekaligus "menciptakan kondisi" agar warga Iran dapat menggulingkan pemerintah mereka.
Namun, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menekankan bahwa prospek ini masih tidak pasti.
Sejauh ini belum ada tanda-tanda perlawanan terorganisir dari masyarakat Iran maupun indikasi penguasa Iran menyerahkan kekuasaan di tengah serangan yang berlangsung.
Pada Kamis lalu, militer Israel mengumumkan telah menyerang pos-pos di Tehran yang dioperasikan oleh Basij, pasukan paramiliter paruh waktu di bawah kendali IRGC yang kerap digunakan untuk menindak demonstrasi di dalam negeri Iran.
Sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan karena tidak berwenang berbicara secara publik menyatakan, mata-mata di Tehran telah memberikan intelijen mengenai lokasi tiga pos yang diserang dalam tiga hari terakhir.
Baca Juga: Ruang Manuver Warsh di The Fed Terbatas Imbas Harga Minyak dan Konflik Iran
Sumber tersebut tidak bisa memastikan apakah termasuk pos-pos Basij yang disebut oleh militer.
Penggunaan mata-mata untuk menentukan lokasi pos pertama kali dilaporkan oleh Wall Street Journal. Hingga berita ini diterbitkan, militer Israel belum menanggapi permintaan komentar.













