Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Jumlah lowongan kerja di Amerika Serikat (AS) meningkat pada Januari 2026, namun angka perekrutan masih lesu, mencerminkan pasar tenaga kerja yang relatif stabil.
Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan dalam survei Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) Jumat (13/3/2026) bahwa jumlah lowongan kerja naik 396.000 menjadi 6,946 juta pada akhir Januari.
Baca Juga: Ruang Manuver Warsh di The Fed Terbatas Imbas Harga Minyak dan Konflik Iran
Ekonom yang disurvei Reuters sebelumnya memperkirakan 6,70 juta posisi yang belum terisi. Tingkat lowongan kerja naik menjadi 4,2% dari 4,0% pada Desember 2025.
Data JOLTS untuk 2025 direvisi turun untuk hampir setiap bulan, kecuali Desember. Rata-rata tahunan jumlah lowongan kerja tercatat 7,1 juta, turun 571.000 dibanding 2024, dengan tingkat lowongan rata-rata 4,3% dibandingkan 4,6% pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, perekrutan hanya meningkat 22.000 posisi menjadi 5,294 juta pada Januari, dengan tingkat perekrutan tetap stabil di 3,3%. Total perekrutan tahunan turun 1,5 juta menjadi 63 juta pada 2025.
Pemutusan hubungan kerja (layoffs dan discharges) menurun 35.000 menjadi 1,631 juta pada Januari, sehingga tingkatnya turun menjadi 1,0% dari 1,1% pada Desember.
Baca Juga: Konferensi Kripto TOKEN2049 di Dubai Ditunda hingga 2027 di Tengah Konflik Iran
Namun secara keseluruhan, PHK meningkat 1,2 juta menjadi 21,2 juta sepanjang tahun 2025.













