kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR15.213
  • EMAS622.149 -0,48%

Bayar utang US$ 241 miliar, Malaysia berencana jual aset negara

Rabu, 10 Oktober 2018 / 22:50 WIB

Bayar utang US$ 241 miliar, Malaysia berencana jual aset negara
ILUSTRASI. Uang ringgit Malaysia



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Malaysia akan menerapkan tarif pajak baru demi menopang anggaran negara, yang kini terbebani oleh utang dan perubahan retribusi konsumsi. Hal tersebut diungkapkan oleh Perdana Menteri Malaysia Mahatir Mohamad dalam sebuah forum di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (10/10).

Dilansir dari Bloomberg, Selasa (9/10), pemerintah juga berencana untuk menjual aset negara demi membayar utang. Meskipun dia tetap percaya bahwa investasi asing tetap datang dan berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi Malaysia.


Di kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Lim Guan Eng akan mengumumkan sejumlah strategi baru untuk memaksimalkan anggaran negara di bulan November nanti.

Malaysia tengah berupaya untuk menyelesaikan utang yang melebihi angka 1 triliun ringgit atau US$ 241 miliar. Hal ini ini semakin diperparah oleh jaminan negara atas di atas nota yang ternyata diterbitkan dari dana yang bermasalah yaitu 1MDB.

Lim mengatakan, konsolidasi anggaran tidak akan mudah karena Malaysia membutuhkan waktu tiga tahun untuk menyelesaikan masalah akibat kasus korupsi di proyek 1MDB dan hilangnya pengembalian pajak yang mencapai miliaran ringgit.

Negara kemudian memilih menerbitkan obligasi dan penjualan aset, termasuk bermain di pasar saham demi mengumpulkan dana serta memenuhi target defisit fiskal sebesar 2,8% dari produk domestik bruto (PDB) tahun ini. Perusahaan minyak negara Petroliam Nasional Bhd akan melantai di bursa efek, meskipun Mahatir belum memutuskan apakah akan melakukan penawaran umum perdana (IPO) atau tidak.

Di sisi lain, menurut Lim, pemerintah juga berencana untuk mengurangi kepemilikan ekuitas langsung demi menahan efek crowding out yang disebabkan oleh investasi negara.

Sebelumnya, Mahatir telah meninjau proyek transportasi seharga miliaran dolar, tapi kemudian menangguhkannya karena dinilai terlalu mahal. Pada Minggu lalu, pemerintah bahkan memangkas biaya proyek pembangunan angkutan massal hingga mencapai US$ 14 miliar.

Reporter: Ferrika Sari
Editor: Narita

MALAYSIA

Tag
TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0011 || diagnostic_api_kanan = 0.0798 || diagnostic_web = 0.3637

Close [X]
×