kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Begini respons Jepang setelah Korea Utara pamerkan rudal balistik antarbenua


Senin, 12 Oktober 2020 / 15:36 WIB
ILUSTRASI. Bersama dengan AS sebagai aliansi utama, Jepang mulai menyadari ancaman keamanan dari Korea Utara.


Sumber: AP | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Jepang langsung merespons acara parade militer Korea Utara yang menampilkan rudal balistik antarbenua (ICBM) baru. Negeri matahari terbit bakal meningkatkan kemampuan pertahanannya.

Jepang yang menamai militernya sebagai Pasukan Bela Diri (SDF) berjanji untuk meningkatkan kemampuan teknologi pencegahan misil demi menanggapi tantangan anyar yang datang dari Korea Utara.

Melalui parade militer yang berlangsung di Pyongyang pada Sabtu (10/10) lalu, Jepang menyadari, kini ancaman senjata dari Korea Utara menjadi lebih beragam dan kompleks.

"Untuk merespons ancaman yang beragam dan kompleks, kami akan bekerja dengan tegas untuk memperkuat kemampuan pencegahan rudal komprehensif. Kami memahami bahwa beberapa dari rudal tersebut akan menyulitkan kami," ungkap Sekretaris Kabinet Katsunobu Kato seperti dikutip AP, Senin (12/10).

Dalam kesempatan yang sama, Kato menolak memberikan analisis yang perinci terhadap kemampuan rudal ICBM terbaru milik Korea Utara. Namun, ia mengatakan, Jepang akan terus bekerjasama dengan Amerika Serikat (AS) untuk melindungi rakyatnya.

Selama 8 tahun masa kepemimpinan Shinzo Abe, Jepang memang terlihat mulai memperluas peran militer nasionalnya yang sejak Perang Dunia II menjadi pasif.

Baca Juga: Jepang mengundang AS untuk latihan militer gabungan di sekitar Senkaku

Bersama dengan AS sebagai aliansi utama, Jepang mulai menyadari ancaman dari China dan Korea Utara yang semakin meningkat.

Tokyo bahkan telah berulang kali menyatakan secara terbuka, China dan Korea Utara merupakan ancaman serius terhadap keamanan regionalnya. Jepang menyatakan, saat ini sedang menjajaki kemungkinan perubahan besar dalam kebijakan pencegahan misilnya.

Kebijakan pertahanan baru yang sedang dibicarakan ini nantinya akan memungkinkan Jepang untuk mengembangkan kemampuan serangan ke pangkalan musuh, tidak lagi hanya sekadar bertahan.

Parade militer Korea Utara pada Sabtu lalu langsung menjadi sorotan dunia, bukan hanya karena kemunculan rudal balistik antarbenua baru, tapi karena diadakan di tengah wabah virus corona.

Parade yang digelar dalam rangka memperingati hari jadi partai penguasa yang ke-75 tahun tersebut menampilkan berbagai sistem senjata, termasuk rudal raksasa yang disebut lebih besar dari ICBM lain yang pernah ada di Korea Utara.

Selanjutnya: Makin agresif, anggaran pertahanan Jepang kembali naik untuk tahun 2021




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×