kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.526.000   -20.000   -0,79%
  • USD/IDR 18.159   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.057   -41,01   -0,80%
  • KOMPAS100 651   -4,49   -0,68%
  • LQ45 515   -0,12   -0,02%
  • ISSI 169   -2,02   -1,18%
  • IDX30 290   0,46   0,16%
  • IDXHIDIV20 392   3,47   0,89%
  • IDX80 75   -0,37   -0,49%
  • IDXV30 109   1,70   1,58%
  • IDXQ30 98   0,32   0,33%

Belanja AI Membengkak dan E-Commerce Melambat, Saham Amazon Tumbang


Sabtu, 31 Oktober 2026 / 10:01 WIB
Belanja AI Membengkak dan E-Commerce Melambat, Saham Amazon Tumbang
ILUSTRASI. Data Center - Amazon Web Services AI data center (REUTERS/Noah Berger)


Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham Amazon.com Inc. turun setelah perusahaan ini melaporkan belanja modal yang lebih besar dari perkiraan, serta pertumbuhan bisnis inti e-commerce yang paling lambat dalam tiga tahun terakhir.

Amazon menyatakan telah menghabiskan lebih dari US$ 77 miliar untuk properti dan peralatan pada kuartal ketiga 2026. Jumlah ini jauh melampaui estimasi para analis. 

Dana jumbo dialokasikan Amazon seiring dengan upaya perusahaan membangun pusat data dan memenuhi permintaan akan layanan kecerdasan buatan (AI). 

Seperti dikutip Bloomberg News, Minggu (31/10), penjualan kuartal ketiga tercatat lebih rendah dari ekspektasi, dengan kenaikan 12% menjadi US$ 201,9 miliar.

Pendapatan dari unit layanan cloud, Amazon Web Services, mencatatkan percepatan pertumbuhan selama enam kuartal berturut-turut. Sementara itu, penjualan daring hanya tumbuh 2% menjadi US$ 68,5 miliar, atau menjadi kenaikan terendah sejak awal 2023. 

Pendapatan dari iklan, bisnis yang sangat erat kaitannya dengan ekosistem e-commerce, tumbuh 11%. Ini merupakan tingkat pertumbuhan paling lambat sejak Amazon mulai memisahkan data kinerja tersebut pada tahun 2020.

Saham Amazon turun 4,4% menjadi US$ 233,10 saat pasar dibuka di New York pada hari Jumat (30/10). Sepanjang tahun ini, saham tersebut telah mencatatkan kenaikan sekitar 1%.

Hasil kinerja ini muncul di tengah kondisi pasar yang sedang tidak menentu. Meskipun penjualan layanan cloud yang selama ini menjadi mesin pertumbuhan bagi Amazon dan para pesaing utamanya menunjukkan peningkatan yang solid, tapi  hal tersebut belum cukup untuk meredam kekhawatiran mengenai tingginya pengeluaran untuk AI.

Bahkan bagi Amazon, pengeluaran tersebut menyebabkan arus kas bebas (free cash flow) negatif sebesar US$ 42,4 miliar selama 12 bulan terakhir.


Tag


TERBARU

[X]
×