kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.030   -170,00   -0,93%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

Beli pesawat Boeing, Airbus tuding Amerika Serikat tekan Lion Air


Jumat, 02 Desember 2011 / 10:46 WIB
ILUSTRASI. Komplek perumahan di Bogor, Jawa Barat, Senin (28/9). KONTAN/Baihaki/28/9/2020


Reporter: Edy Can, Bloomberg | Editor: Edy Can

WASHINGTON. Kabar tak sedap beredar dibalik pembelian pesawat Boeing Co. yang dilakukan PT Lion Mentari Airlines, pemilik maskapa Lion Air. Presiden Amerika Serikat Barack Obama dikabarkan menekan Lion Air supaya memborong pesawat buatan Boeing ketimbang Airbus SAS.

Kabar ini dihembuskan oleh Direktur Operasional Airbus John Leahy. Leahy mengaku memperoleh informasi ini dari Presiden Direktur Lion Air Rusdi Kirana. "Dia (Rusdi) mengatakan kepada saya tidak ada pilihan lain," ungkap Leahy, Kamis (1/12).

Leahy menilai ada campur tangan politik dalam pembelian tersebut. Menurutnya, pembelian pesawat itu tidak dibicarakan secara terbuka dan dalam konteks perdagangan bebas.

Leahy menceritakan, Rusdi Kirana telah dua kali mengunjungi markas Airbuss di Toulouse untuk mendiskusikan pembelian pesawat A320 berbadan sempit.

Seperti diketahui, pada 18 November lalu, Lion Air sepakat membeli 230 unit pesawat Boeing senilai US$ 21, 7 miliar. Nota kesepakatan pembelian itu diteken di Bali dan disaksikan oleh Presiden Amerika Serika Barack Obama.

Pihak Gedung Putih belum menjawab tudingan Leahy ini. Sementara, Juru bicara Boeing, Wilson Chow menolak mengomentari pernyataan Leahy tersebut.

Lion Air sendiri membantah tudingan tersebut. "Tidak ada tekanan," kata Juru Bicara Lion Air Edward Sirait.

Menurutnya, pembelian tersebut dilakukan secara normal setelah melalui berbagai pertimbangan. Dia mengatakan, tidak ada pihak yang mempengaruhi dalam transaksi tersebut.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×