kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.552   22,00   0,13%
  • IDX 6.762   -96,84   -1,41%
  • KOMPAS100 901   -14,63   -1,60%
  • LQ45 661   -8,44   -1,26%
  • ISSI 245   -3,06   -1,23%
  • IDX30 373   -3,68   -0,98%
  • IDXHIDIV20 456   -5,42   -1,17%
  • IDX80 103   -1,36   -1,31%
  • IDXV30 130   -1,44   -1,09%
  • IDXQ30 119   -1,23   -1,02%

Trump: Saya Tidak Memikirkan Situasi Keuangan Warga Amerika dalam Negosiasi Iran


Rabu, 13 Mei 2026 / 08:44 WIB
Trump: Saya Tidak Memikirkan Situasi Keuangan Warga Amerika dalam Negosiasi Iran
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump mengatakan situasi finansial warga Amerika tidak menjadi faktor dalam keputusan-keputusannya saat berupaya menegosiasikan akhir perang dengan Iran. (AFP/KENT NISHIMURA)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Presiden AS Donald Trump mengatakan situasi finansial warga Amerika tidak menjadi faktor dalam keputusan-keputusannya saat berupaya menegosiasikan akhir perang dengan Iran. Alasannya, mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir adalah prioritas utama pemerintahannya.

Ketika ditanya seberapa besar situasi ekonomi Amerika memotivasi langkahnya untuk mencapai kesepakatan, Trump menjawab: “Tidak sama sekali.”

“Hal yang penting ketika saya berbicara tentang Iran adalah mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir,” kata Trump sebelum meninggalkan Gedung Putih menuju China seperti yang dikutip Reuters. 

Dia menambahkan, “Saya tidak memikirkan kondisi keuangan warga Amerika. Saya hanya memikirkan satu hal: tidak membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. Itu saja yang memotivasi saya.”

Pernyataan Trump ini diperkirakan akan menjadi sorotan para kritikus yang berargumen bahwa pemerintahan seharusnya menyeimbangkan tujuan geopolitik dengan dampak ekonomi bagi warga AS. Terlebih ketika kekhawatiran soal biaya hidup tetap menjadi isu utama pemilih menjelang pemilu tengah masa jabatan November ini.

Baca Juga: Ancaman PHK Walmart: 1.000 Karyawan Korporat Hadapi Perubahan

Direktur Komunikasi Gedung Putih Steven Cheung mengatakan Trump bertanggung jawab utama pada keselamatan serta keamanan warga Amerika. Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir, dan jika tidak diambil tindakan, mereka akan memilikinya yang akan mengancam semua warga Amerika.

Tekanan terhadap Trump datang tidak hanya dari lawan politik, tetapi juga dari sesama anggota Partai Republik yang khawatir dampak ekonomi dari perang dapat memicu reaksi buruk terhadap partai tersebut, bahkan berpotensi mengancam kontrol Partai Republik atas DPR dan Senat pada pemilu mendatang.

Naiknya biaya energi yang terkait dengan konflik Iran telah mendorong harga bensin lebih tinggi dan berkontribusi terhadap inflasi. Inflasi konsumen AS pada April mencatat kenaikan terbesar dalam tiga tahun terakhir.

Tonton: UEA Diam-Diam Serang Iran? Kilang Minyak Dibom, Timur Tengah Makin Memanas!

Trump memandang pendekatannya sebagai masalah keamanan nasional dan global, menunjukkan bahwa kekhawatiran ekonomi bukan prioritas utama dibandingkan mencegah proliferasi nuklir Iran.

Tabel Ringkasan Berita

Aspek Detail
Tokoh utama Presiden AS Donald Trump
Fokus utama pesan Mencegah Iran memiliki senjata nuklir adalah prioritas utama
Sikap terhadap ekonomi domestik Tidak menjadi pertimbangan utama dalam keputusan kebijakan Iran
Dampak ekonomi yang disebut Harga energi naik, inflasi konsumen AS tinggi
Kritik politik saat ini Risiko bagi Partai Republik menjelang pemilu tengah masa jabatan
Konteks geopolitik Perang AS–Iran masih berjalan, perundingan diplomatik sedang berlangsung
Lokasi ucapan Sebelum perjalanan ke China




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×