kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Donald Trump Stop Sementara Serangan ke Pembangkit Listrik Iran, Ada Deal?


Jumat, 27 Maret 2026 / 05:47 WIB
Donald Trump Stop Sementara Serangan ke Pembangkit Listrik Iran, Ada Deal?
ILUSTRASI. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghentikan sementara serangan terhadap pembangkit energi Iran selama 10 hari  (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghentikan sementara serangan terhadap pembangkit energi Iran selama 10 hari atas apa yang ia sebut sebagai "permintaan pemerintah Iran,".

Trump juga mengklaim pembicaraan dengan Teheran berjalan sangat baik.

"Sesuai permintaan Pemerintah Iran... Saya menunda periode penghancuran pembangkit energi selama 10 hari hingga Senin, 6 April 2026, pukul 8 malam, Waktu Bagian Timur," kata Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social, Kamis (26/3/2026,  yang dikutip Reuters.

Baca Juga: Akses Selat Hormuz: Iran Izinkan Kapal Non-Musuh, Ini Syaratnya!

Trump mengatakan, pembicaraan sedang berlangsung dan terlepas dari pernyataan keliru yang bertentangan di media berita palsu, pembicaraan berjalan dengan sangat baik," katanya.

"Saya memberi mereka jangka waktu 10 hari. Mereka meminta tujuh hari," kata Trump kemudian kepada acara "The Five" di Fox News.

Trump, yang telah menawarkan tujuan dan jangka waktu yang berubah-ubah untuk perang Iran, mulai dari menggulingkan pemerintah Iran hingga menghancurkan kemampuan militer dan rudalnya, mengatakan kepada Fox News bahwa ia berpikir AS... Iran telah memenangkan perang.

"Dalam arti tertentu, kita sudah 'menang'," kata Trump.

Trump menyebut, Iran harus membuat kesepakatan atau menghadapi serangan berkelanjutan.

Baca Juga: Klaim Pengangguran Amerika Serikat Naik Tipis, The Fed Berpotensi Tahan Suku Bunga

Perang dimulai pada 28 Februari 2026 ketika AS dan Israel menyerang Iran. Teheran kemudian merespons dengan melancarkan serangannya sendiri terhadap Israel dan negara-negara Teluk yang memiliki pangkalan AS.

Serangan gabungan AS-Israel di Iran dan serangan Israel di Lebanon telah menewaskan ribuan orang. Perang ini juga telah menaikkan harga minyak dan mengguncang pasar global.


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×