kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45670,77   -28,01   -4.01%
  • EMAS926.000 0,22%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Benda tertua di Bumi ditemukan di dalam meteor yang jatuh di Australia pada 1969


Selasa, 14 Januari 2020 / 10:30 WIB
Benda tertua di Bumi ditemukan di dalam meteor yang jatuh di Australia pada 1969
ILUSTRASI. Seorang pria mengarahkan cahayanya ke Bima Sakti selama puncak hujan meteor Perseid di taman nasional Mavrovo di Makedonia, 12 Agustus 2018.

Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  WASHINGTON. Para ilmuwan menemukan bahwa meteor yang jatuh di salah satu desa di Australia pada 1969 ternyata berisi materi tertua yang pernah ditemukan di bumi.

Materi tersebut dinamakan stardust yang usianya lebih tua miliaran tahun dari usia tata surya kita.

Baca Juga: Stasiun luar angkasa China Tiangong-1 jatuh ke Bumi Senin besok

Mengutip Reuters, Selasa (14/1), stardust,lebih tua dari 40 butiran debu kecil yang terperangkap di dalam pecahan meteor yang pernah ditemukan di sekitar kota Murchison di negara bagian Victoria, yang  berusia sekitar 7 miliar tahun lalu sebelum matahari, Bumi dan tata surya terbentuk, kata para peneliti.

Para peneliti juga menemukan fakta bahwa semua bintik debu yang dianalisis, berasal sebelum pembentukan tata surya, yang dikenal dengan nama butiran presolar, 60% di antaranya berusia antara 4,6 miliar dan 4,9 miliar tahun dan 10% berasal berusia lebih dari 5,6 miliar tahun lalu.

Baca Juga: Saksikan hujan meteor akhir pekan ini

Philipp Heck, kurator associate di Field Museum di Chicago yang memimpin penelitian mengatakan, stardust mewakili kapsul waktu sebelum tata surya terbentuk. Distribusi usia debu, banyak butiran terkonsentrasi pada interval waktu tertentu, memberikan petunjuk tentang tingkat pembentukan bintang di galaksi Bima Sakti.




TERBARU

Close [X]
×