kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.000   -49,00   -0,29%
  • IDX 7.155   106,99   1,52%
  • KOMPAS100 989   17,45   1,80%
  • LQ45 726   9,97   1,39%
  • ISSI 256   4,45   1,77%
  • IDX30 393   4,47   1,15%
  • IDXHIDIV20 488   0,34   0,07%
  • IDX80 112   1,82   1,66%
  • IDXV30 135   -0,64   -0,47%
  • IDXQ30 128   1,40   1,10%

Benda tertua di Bumi ditemukan di dalam meteor yang jatuh di Australia pada 1969


Selasa, 14 Januari 2020 / 10:30 WIB
Benda tertua di Bumi ditemukan di dalam meteor yang jatuh di Australia pada 1969
ILUSTRASI. Seorang pria mengarahkan cahayanya ke Bima Sakti selama puncak hujan meteor Perseid di taman nasional Mavrovo di Makedonia, 12 Agustus 2018.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

"Meskipun telah bekerja pada meteorit Murchison dan butiran presolar selama hampir 20 tahun, saya masih terpesona bahwa kita dapat mempelajari sejarah galaksi kita dengan batu," tambah Heck.

Baca Juga: Batuan luar angkasa meledak di Samudra Atlantik

Butirnya kecil, berukuran mulai 2 hingga 30 mikrometer. Stardust merupakan material yang keluar dari bintang-bintang dan diterbangkan ke ruang antar bintang.

Selama kelahiran tata surya, debu ini masuk ke dalam segala sesuatu yang terbentuk seperti planet-planet dan matahari, tetapi yang bertahan sampai sekarang hanya ada di asteroid dan komet.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×