kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.639.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.676   -107,00   -0,60%
  • IDX 6.668   72,11   1,09%
  • KOMPAS100 872   13,18   1,53%
  • LQ45 663   10,90   1,67%
  • ISSI 232   2,15   0,94%
  • IDX30 371   5,78   1,58%
  • IDXHIDIV20 459   8,65   1,92%
  • IDX80 100   1,57   1,60%
  • IDXV30 127   2,77   2,24%
  • IDXQ30 119   2,33   2,00%

Benda tertua di Bumi ditemukan di dalam meteor yang jatuh di Australia pada 1969


Selasa, 14 Januari 2020 / 10:30 WIB
ILUSTRASI. Seorang pria mengarahkan cahayanya ke Bima Sakti selama puncak hujan meteor Perseid di taman nasional Mavrovo di Makedonia, 12 Agustus 2018.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

"Meskipun telah bekerja pada meteorit Murchison dan butiran presolar selama hampir 20 tahun, saya masih terpesona bahwa kita dapat mempelajari sejarah galaksi kita dengan batu," tambah Heck.

Baca Juga: Batuan luar angkasa meledak di Samudra Atlantik

Butirnya kecil, berukuran mulai 2 hingga 30 mikrometer. Stardust merupakan material yang keluar dari bintang-bintang dan diterbangkan ke ruang antar bintang.

Selama kelahiran tata surya, debu ini masuk ke dalam segala sesuatu yang terbentuk seperti planet-planet dan matahari, tetapi yang bertahan sampai sekarang hanya ada di asteroid dan komet.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×