Peristiwa

Beri Sanksi dan Lakukan Kontrol, Koalisi G7 akan Tentukan Batas Harga Minyak Rusia

Rabu, 23 November 2022 | 18:50 WIB   Reporter: Maizal Walfajri
Beri Sanksi dan Lakukan Kontrol, Koalisi G7 akan Tentukan Batas Harga Minyak Rusia

ILUSTRASI. Kelompok negara G7 bakal mengumumkan batas harga ekspor minyak Rusia.Michael Kappeler / Pool via REUTERS

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Kelompok tujuh negara dengan ekonomi terbesar alias G7 bakal mengumumkan batas harga ekspor minyak Rusia. Tarif ini akan disesuaikan beberapa kali dalam satu tahun, menurut seorang pejabat senior Departemen Keuangan AS yang mengetahui hal ini. 

Mengutip Reuters, Rabu (23/11), negara G7 termasuk Amerika Serikat, Uni Eropa (UE) dan Australia dijadwalkan untuk menerapkan batasan harga pada ekspor minyak Rusia melalui laut pada 5 Desember mendatang. Ini merupakan bagian dari sanksi yang dimaksudkan untuk menghukum Moskow atas invasinya ke Ukraina.

Tujuannya, untuk mengurangi pendapatan minyak Rusia yang mendanai mesin perangnya. Seiring dengan itu, G7 berupaya mempertahankan aliran minyaknya ke pasar global untuk mencegah lonjakan harga. 

Baca Juga: Harga Minyak Mentah Naik Lebih Tinggi Sore Ini, WTI ke US$81,20

Sedangkan Pembatasan ekspor produk minyak Rusia dijadwalkan akan dimulai pada 5 Februari. 

Pejabat Departemen Keuangan mengatakan kepada wartawan bahwa Uni Eropa sedang berkonsultasi dengan anggota mengenai batasan harga. 

"Harapan kami adalah mereka akan segera menyelesaikan konsultasi itu dan menempatkan kami pada posisi di mana seluruh koalisi kami dapat mengumumkan harga," kata pejabat itu.

Keputusan tentang tingkat batas harga bisa datang segera setelah Rabu atau Kamis setelah pertemuan duta besar Uni Eropa.

Batas harga G7 akan memungkinkan perusahaan untuk menyediakan layanan termasuk asuransi, pengiriman, dan pembiayaan impor minyak Rusia kepada anggota koalisi. Selama pembelian minyak bumi tersebut berada di bawah batas harga.

Pada hari Selasa, Departemen Keuangan mengeluarkan pedoman yang menguraikan bagaimana perusahaan AS dapat menyediakan layanan tersebut tanpa penalti. Asalkan,  pengiriman yang mereka layani dibeli di bawah batas harga. Batasan itu dimaksudkan untuk memberikan katup bantuan terhadap larangan Barat atas ekspor minyak Rusia.

Koalisi ini telah sepakat untuk menetapkan harga tetap pada minyak Rusia daripada tingkat mengambang, didiskon ke indeks harga minyak. 

Koalisi G7 khawatir bahwa harga mengambang yang dipatok di bawah patokan minyak memungkinkan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk dengan mudah memainkan mekanisme tersebut dengan mengurangi pasokan, dari Rusia, salah satu pengekspor minyak terbesar dunia.

Baca Juga: Harga Minyak Turun ke Level Terendah dalam 2 Bulan, Imbas Pelemahan Ekonomi China

Pejabat itu mengatakan Washington tidak mengharapkan Rusia membalas dengan menahan ekspor minyak, seperti yang diperingatkan Putin akan terjadi. Langkah seperti itu dapat membuat harga minyak dunia lebih tinggi, tetapi berisiko merusak ladang minyak Rusia.

"Kami tidak punya alasan untuk mengharapkan mereka melakukan itu karena, pada akhirnya, itu bukan kepentingan mereka. Karena UE dan Amerika Serikat telah memberlakukan larangan impor energi Rusia, pembeli besar termasuk China dan India telah meraup minyak Rusia dengan harga diskon,” kata pejabat Departemen Keuangan itu.

Ia menilai setiap tindakan yang mereka ambil untuk menaikkan harga akan berdampak pada pelanggan baru mereka. Termasuk India dan China yang Rusia  ingin tetap menjadi pelanggan minyak di masa depan.

Pejabat AS mengatakan koalisi tidak berharap untuk menyesuaikan tingkat batas harga secara mingguan atau bulanan.

"Tujuan kami adalah untuk meninjau kembali ini secara teratur, yang dari sudut pandang saya, mudah-mudahan akan terlihat seperti triwulanan atau bahkan setengah tahunan karena yang ingin kami lakukan adalah memberikan kepastian ke pasar,” pungkasnya.

Selanjutnya: Harga Komoditas Energi Masih Tangguh di Tengah Resesi

Editor: Herlina Kartika Dewi

Terbaru