kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.594.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 17.909   -9,00   -0,05%
  • IDX 6.042   -52,06   -0,85%
  • KOMPAS100 780   -5,82   -0,74%
  • LQ45 598   -3,19   -0,53%
  • ISSI 211   -2,12   -1,00%
  • IDX30 333   -1,55   -0,46%
  • IDXHIDIV20 426   -0,79   -0,18%
  • IDX80 89   -0,68   -0,76%
  • IDXV30 116   -0,52   -0,45%
  • IDXQ30 109   -0,21   -0,19%

Biaya Pengiriman Minyak AS ke China Turun dari Rekor Tertinggi


Senin, 12 Oktober 2026 / 09:27 WIB
Biaya Pengiriman Minyak AS ke China Turun dari Rekor Tertinggi
ILUSTRASI. IRAN-CRISIS/USA-ASIA-OIL (REUTERS/Antranik Tavitian)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Biaya pengiriman minyak mentah Amerika Serikat (AS) ke China menggunakan kapal tanker superbesar atau very large crude carrier (VLCC) mulai turun pada akhir pekan lalu, setelah menyentuh rekor tertinggi pada sesi sebelumnya.

Mengutip data Baltic Exchange, Senin (12/10), tarif angkutan harian pada rute AS-China yang dikenal sebagai TD22 turun menjadi US$ 634.974 per hari pada Jumat (9/10). Penurunan ini menjadi yang pertama sejak 8 September.

Baca Juga: Korea Utara Luncurkan Sejumlah Rudal Balistik, Ketegangan dengan Seoul Meningkat

Sebelumnya, tarif TD22 mencapai US$ 637.675 per hari pada 8 Oktober. Angka tersebut menjadi tarif harian tertinggi yang pernah tercatat sejak indeks rute tersebut diperkenalkan.

TD22 merupakan acuan biaya penyewaan kapal VLCC untuk mengangkut sekitar 2 juta barel minyak mentah dari AS ke China.

Meski mulai terkoreksi, tingginya biaya pengangkutan masih menjadi tantangan bagi kilang-kilang di Asia yang ingin membeli minyak mentah dari AS.

Sejumlah pedagang dan pialang kapal yang memantau pasar tersebut menyebut, ongkos pengiriman yang mencapai rekor membuat minyak AS semakin sulit dijangkau oleh kilang-kilang Asia.

Akibatnya, para pembeli di kawasan tersebut mulai mencari pasokan alternatif dari Timur Tengah dan Amerika Latin.

Baca Juga: Dolar AS Bertahan Dekati Level Tertinggi 18 Bulan Senin (12/10), Menanti Inflasi AS

Kondisi ini menunjukkan bahwa biaya logistik laut turut memengaruhi daya saing minyak mentah AS di pasar Asia.

Dengan tarif angkutan yang masih berada di level tinggi, harga minyak AS yang dibeli kilang di kawasan tersebut menjadi kurang kompetitif dibandingkan pasokan dari wilayah lain.


Video Terkait



TERBARU

[X]
×