Biden Ikut Merayakan Idul Fitri di Gedung Putih

Selasa, 03 Mei 2022 | 10:42 WIB Sumber: Arab News
Biden Ikut Merayakan Idul Fitri di Gedung Putih

ILUSTRASI. Joe Biden. REUTERS/Kevin Lamarque


KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Joe Biden merayakan Idul Fitri pada hari Senin, perayaan hari libur bagi umat Muslim yang menandai akhir Ramadan di Gedung Putih.

Muslim di seluruh dunia biasanya berpantang dari makanan dan minuman dari matahari terbit hingga terbenam selama Ramadan. Dalam Idul Fitri, sering kali berarti berkumpul untuk berdoa, mengunjungi keluarga dan teman-teman dan mengadakan makan-makan.

Berbicara kepada ratusan hadirin di Ruang Timur, Biden mengatakan dia berjanji sebagai calon presiden untuk membawa kembali tanda Idul Fitri di Gedung Putih, karena pandemi virus corona tahun lalu.

Baca Juga: 5 Tradisi Unik Lebaran Idul Fitri di Berbagai Belahan Dunia

“Hari ini, di seluruh dunia, kita telah melihat begitu banyak Muslim yang menjadi sasaran kekerasan. Tidak seorang pun, tidak ada yang boleh mendiskriminasi atau ditindas, atau ditekan, karena keyakinan agama mereka,” kata Biden. 

“Kita harus mengakui bahwa masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, di luar negeri dan di dalam negeri. Muslim membuat bangsa kita lebih kuat setiap hari, bahkan ketika mereka masih menghadapi tantangan dan ancaman nyata dalam masyarakat kita, termasuk kekerasan yang ditargetkan dan Islamofobia,” tambah Biden.

Perayaan Idul Fitri telah dilakukan oleh Presiden sejak pemerintahan Clinton, hingga Donald Trump yang tidak mengadakan acara formal. 

Biden mengatakan pada hari Senin bahwa dia baru-baru ini menominasikan wanita Muslim pertama ke bangku federal sebagai bagian dari komitmen untuk membangun pemerintahan yang menghargai keragaman dan “tampak seperti Amerika.” 

Baca Juga: Biden Akan Melakukan Perjalanan ke Korea Selatan dan Jepang pada Bulan Mei 2022

Dia juga bercanda membandingkan puasa Ramadan dengan iman Katoliknya, yang dia katakan mengamanatkan bahwa dia membuat pengorbanan besar untuk Prapaskah termasuk harus "pergi 40 hari" dengan "tanpa permen dan tanpa es krim."

Talib Shareef, Imam Masjid Muhammad di Washington, yang dikenal beberapa orang sebagai “Masjid Bangsa,” mengatakan tentang pertemuan Gedung Putih, “Menjadi tuan rumah di sini adalah pernyataan penting bagi bangsa kita dan dunia.”

“Pernyataan bahwa Islam adalah bagian yang disambut baik oleh bangsa kita bersama dengan semua tradisi agama lainnya,” kata Shareef. “Dan bahwa jabatan tertinggi di negeri ini berkomitmen pada nilai-nilai dan hukum dasar negara kita yang melindungi kebebasan beragama.”

Yang juga berpidato di acara tersebut adalah ibu negara Jill Biden, yang mendapat tepuk tangan meriah dengan mengatakan bahwa liburan itu mewujudkan di atas segalanya “kegembiraan yang lahir dari cinta. Cinta untuk keluarga kami dan untuk komunitas kami, dan untuk komunitas INI.”

Editor: Handoyo .

Terbaru