kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.120.000   -48.000   -1,52%
  • USD/IDR 16.804   29,00   0,17%
  • IDX 8.329   96,95   1,18%
  • KOMPAS100 1.162   22,43   1,97%
  • LQ45 832   18,58   2,29%
  • ISSI 299   3,07   1,04%
  • IDX30 431   9,38   2,23%
  • IDXHIDIV20 512   10,99   2,20%
  • IDX80 129   2,64   2,09%
  • IDXV30 139   2,22   1,63%
  • IDXQ30 139   3,63   2,67%

Bos The Fed: Terlalu prematur untuk menaikkan bunga meski inflasi AS masih tinggi


Sabtu, 23 Oktober 2021 / 06:19 WIB
Bos The Fed: Terlalu prematur untuk menaikkan bunga meski inflasi AS masih tinggi
ILUSTRASI. Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan, meski ada risiko kenaikan inflasi AS bertahan agak lama, namun terlalu prematur bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga.


Sumber: Channel News Asia | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan, meski ada risiko kenaikan inflasi Amerika Serikat (AS) bertahan agak lama, namun masih terlalu dini alias prematur bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga pinjaman. Kenaikan bunga berisiko memperlambat pemulihan ekonomi AS.

Powell mengakui bahwa kendala pasokan dan kekurangan yang telah menyebabkan harga naik tajam dan kemungkinan akan bertahan lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya. Bahkan kemungkinan besar hingga tahun depan.

"Tetapi di The Fed, kami harus bersabar," kata Powell dalam diskusi panel yang diselenggarakan bank sentral Afrika Selatan seperti dikutip Channel News Asia, Sabtu (23/10).

Baca Juga: Dow Jones catat rekor tertinggi, S&P 500 dan Nasdaq turun

Namun, ia brada ilang, The Fed di jalur untuk mulai menarik kembali pembelian obligasi bulanan besar-besaran, yang akan selesai pada pertengahan 2022.

Tetapi, akan terlalu dini untuk benar-benar memperketat kebijakan dengan menaikkan suku bunga sekarang dengan efek dan maksud memperlambat pertumbuhan pekerjaan.

The Fed diperkirakan akan mengumumkan perlambatan pembelian obligasi pada pertemuan kebijakan bank sentral awal bulan depan, tetapi suku bunga acuan pinjaman diperkirakan tetap nol setidaknya sampai akhir tahun depan.

Inflasi di Amerika Serikat telah naik lebih dari dua kali lipat dari target 2% Fed. Tetapi Powell mengatakan hambatan pasokan kemungkinan akan berkurang, memungkinkan tekanan inflasi dan upah mengendur.

Namun, para pejabat perlu mengawasi dengan sangat hati-hati.

Powell telah berjanji bahwa The Fed akan bertindak untuk menahan inflasi, jika diperlukan.

Selanjutnya: Pejabat The Fed dilarang trading saham




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×