CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.012,04   -6,29   -0.62%
  • EMAS990.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.27%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

Bos WHO: Saya Khawatir dengan Skala dan Penyebaran Virus Cacar Monyet di Dunia


Kamis, 07 Juli 2022 / 07:40 WIB
Bos WHO: Saya Khawatir dengan Skala dan Penyebaran Virus Cacar Monyet di Dunia
ILUSTRASI. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 6.000 kasus cacar monyet kini telah dilaporkan dari 58 negara. Fabrice Coffrini/Pool via REUTERS


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - LONDON. Wabah monkeypox atau cacar monyet semakin menyebar di seluruh dunia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 6.000 kasus cacar monyet kini telah dilaporkan dari 58 negara.

Melansir Reuters, Badan PBB itu akan mengadakan kembali pertemuan komite yang akan memberi saran untuk menyatakan apakah wabah tersebut masuk sebagai kondisi darurat kesehatan global dalam minggu yang dimulai 18 Juli atau lebih cepat. Ini merupakan tingkat kewaspadaan tertinggi WHO.  

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pada konferensi pers virtual dari Jenewa.

Pada pertemuan sebelumnya pada 27 Juni, komite memutuskan bahwa wabah, yang telah melihat kasus meningkat baik di negara-negara Afrika di mana biasanya menyebar dan secara global, belum menjadi darurat kesehatan.

Baca Juga: Waduh! Singapura Konfirmasi Kasus Lokal Pertama Cacar Monyet

"Saya merasa khawatir dengan skala dan penyebaran virus di seluruh dunia," kata Tedros.

Dia menambahkan bahwa kurangnya pengujian berarti kemungkinan ada lebih banyak kasus yang tidak dilaporkan.

"Sekitar 80 persen kasus ada di Eropa, katanya.

Baca Juga: 3 Cara Mencegah Cacar Monyet yang Perlu Anda Ketahui, Simak

Monkeypox, infeksi virus ringan yang menyebabkan gejala seperti flu dan lesi kulit, telah menyebar ke seluruh dunia sejak awal Mei. Tingkat kematian dalam wabah sebelumnya dari strain yang saat ini menyebar sekitar 1%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×