Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - SAN FRANCISCO. Perseteruan keluarga Trump dan Capital One Financial masih berlanjut. Capital One Financial kembali memberikan pernyataan terkait keputusannya menutup rekening bank milik Trump Organization beberapa tahun lalu.
Reuters melaporkan, Capital One menyampaikan dokumen yang menyebut tindakan tersebut dilakukan setelah peninjauan oleh para ahli anti pencucian uang, Jumat (31/7/2026) waktu Amerika Serikat (AS). Ini pertama kalinya sebuah bank secara resmi mengaitkan kekhawatiran pencucian uang dengan bisnis milik keluarga Presiden AS Donald Trump.
Sekadar mengingatkan, usai aksi demo para pendukung Trump yang menimbulkan kericuhan di 2021 silam, Capital One melakukan penutupan atas lebih dari 300 akun yang terkait Trump Organization. Pihak Trump menuding penutupan tersebut bermuatan politis dan mengajukan gugatan.
Organisasi Trump dan Eric Trump, putra presiden, mengajukan gugatan pada Maret 2025 di pengadilan federal Florida. Pihak Trump menuduh rekening-rekening tersebut ditutup karena keyakinan "woke" Capital One dan keinginan bank tersebut mendapatkan keuntungan dari suasana politik setelah kerusuhan 6 Januari 2021 di Gedung Capitol AS.
Baca Juga: Trump Tunda Serangan ke Iran, Buka Peluang Kesepakatan Nuklir dan Selat Hormuz
Capital One menyangkal tudingan tersebut. Institusi keuangan ini menyangkal tegas soal tudingan penghapusan rekening bank secara ilegal atau penolakan layanan atas dasar agama atau politik kepada Trump Organization.
Capital One sebelum ini tidak pernah menuduh Trump Organization melakukan pencucian uang ilegal. Tetapi dokumen yang diajukan pada Jumat (31/7/2026) tersebut memaparkan dokumen dan tuduhan Penggugat sendiri memperjelas bahwa Capital One menutup rekening Penggugat karena alasan anti pencucian uang alias anti money laundering (AML).
“Penutupan tersebut merupakan hasil dari analisis selama berbulan-bulan dan peninjauan yang cermat oleh tim AML Capital One sesuai dengan kebijakan bank dan pedoman peraturan," tulis pihak Capital One dalam dokumen, seperti diberitakan Reuters.
Pengadilan federal di Miami telah menolak dua gugatan dalam kasus Capital One. Tetapi pengadilan memberi penggugat kesempatan setiap kali untuk mengajukan gugatan yang telah diubah. Capital One menyatakan, versi terbaru gugatan, yang diajukan pada Juli, memiliki kekurangan mendasar yang sama seperti dua pengajuan penggugat sebelumnya.
Baca Juga: Konsorsium Amanda Staveley Sepakat Beli 25,1% Saham West Ham United
Capital One menyatakan, tuduhan Trump Organization tentang dalih politik adalah keliru dan didasarkan pada kutipan yang dipilih secara selektif tanpa didukung oleh konteks lengkap dokumen yang diajukan ke pengadilan.
"Pola transaksi yang diidentifikasi oleh Capital One termasuk di antara jenis aktivitas yang ditandai oleh pedoman perbankan federal," papar manajemen Capital One dalam dokumen tersebut.
Asal tahu saja, sejak awal masa jabatan kedua, pemerintahan Trump telah menekan beberapa bank besar, menggemakan keluhan konservatif bahwa lembaga-lembaga tersebut sengaja menargetkan kelompok politik sayap kanan.
Trump menandatangani perintah eksekutif pada Agustus 2025 yang melarang penghapusan rekening bank secara diskriminatif. Pada Januari, Trump mengajukan gugatan terhadap JPMorgan Chase dengan alasan yang sama.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
