Sumber: Yahoo Finance | Editor: Noverius Laoli
Fink juga menyoroti ironi lain. “Kita menghabiskan energi besar untuk memperpanjang usia hidup, tetapi hanya sedikit yang digunakan untuk memastikan orang mampu membiayai tambahan tahun-tahun itu,” katanya.
Ia mencontohkan kemajuan medis, seperti obat penurun berat badan yang memperpanjang usia, yang justru memperbesar tantangan pensiun bila sistem keuangan tidak beradaptasi.
Dalam wawancara dengan Bloomberg Television tahun lalu, Fink menegaskan kembali pandangannya. Menurutnya, harapan hidup kini 10 hingga 20 tahun lebih panjang dibanding dua generasi lalu, namun sistem pensiun dan jaminan sosial tidak ikut berubah.
Baca Juga: Berapa Uang yang Harus Disimpan di Usia 30 Tahun? Ini Patokan & Cara Mengejarnya
“Hal terpenting yang perlu kita lakukan adalah memulai percakapan serius,” ujarnya.
Meski tidak menawarkan solusi instan, Fink menyerukan upaya modernisasi sistem pensiun setara dengan respons pemerintah terhadap krisis keuangan 2008 atau program strategis rantai pasok semikonduktor.
Ia menyinggung Belanda sebagai contoh, di mana usia pensiun disesuaikan dengan harapan hidup, meski penerapan kebijakan serupa di AS dinilainya sulit secara politik.
Baca Juga: Bahagia dan Tetap Mengeduk Cuan di Usia Pensiun
Fink menegaskan, pembahasan ini harus segera dilakukan. Apalagi, Administrasi Jaminan Sosial AS memproyeksikan tidak akan mampu membayar manfaat penuh mulai 2034.
“Berpura-pura aturan lama masih relevan bukan hanya optimistis, tetapi juga ceroboh,” tegasnya.