Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR15.206
  • SUN90,77 -0,26%
  • EMAS623.158 -0,48%

Cermati acuan baru suku bunga Amerika

Rabu, 04 April 2018 / 11:51 WIB

Cermati acuan baru suku bunga Amerika
ILUSTRASI. Uang dollar AS



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Selama ini, naik turun bunga acuan Federal Reserve (Fed Rate) selalu membikin panas dingin pasar keuangan global. Bagaimana kalau Amerika Serikat (AS) memiliki dua bunga acuan? Boleh jadi, volatilitas pasar keuangan bakal lebih sering.

Dan mau tak mau, pelaku pasar finansial harus mengantisipasinya. Maklum, mulai tadi malam, The Federal Reserve Bank of New York meluncurkan The Secured Overnight Financing Rate (SOFR).

Suku bunga ini menjadi acuan baru mulai dari bunga pinjaman berbasis dollar AS hingga kontrak produk derivatif. Bunga baru ini untuk mengurangi ketergantungan pasar kepada bunga London Interbank Offered (Libor). Bahkan targetnya, SOFR akan menggusur Libor sebagai acuan bunga pasar finansial.

Mengutip Bloomberg, pada debut perdana, Selasa (3/4), suku bunga SOFR ditetapkan sebesar 1,8%. Bunga ini lebih tinggi ketimbang bunga Libor overnight dalam dollar AS sebesar 1,69%. Sementara bunga The Fed Fund Rate di kisaran 1,5%–1,75%.Libor.

Libor SOFR
London Interbank Offered Rate Secured Overnight Financing Rate
- Berdasarkan ekspektasi para bankir.
- Menjadi referensi kurs berbagai instrumen keuangan. Mulai dari kontrak berjangka, swap bunga, kredit sindikasi hingga kurs.
- Berdasarkan transaksi riil pasar repo dari sejumlah perusahaan termasuk broker dealer, pasar uang, manajer aset, perusahaan asuransi dan dana pensiun.
Bunga (per 29 Maret 2018) 1,69% Bunga (per 3 April 2018) 1,8%

Sumber: Bloomberg dan Reuters

Ketimbang Libor, SOFR lebih mencerminkan bunga pasar. Sebab, penetapan bunga SOFR berdasarkan transaksi di pasar repo US Treasury yang volumenya mencapai sekitar US$ 800 miliar per hari.

Adapun bunga Libor berdasarkan ekspektasi para bankir. Alhasil, Libor rawan dimanipulasi seperti yang terjadi di tahun 2008-2009. Itu pula yang menjadi pertimbangan The Fed merilis SOFR sebagai benchmark suku bunga.

Sejatinya, rencana Bank Sentral AS menggantikan Libor sudah muncul sejak 2014. Kala itu, AS membentuk Alternative Reference Rates Committee (ARRC) mengumpulkan perwakilan dari sektor swasta dan regulator untuk membahas hal ini.

Meski begitu, ambisi menggeser Libor agaknya membutuhkan waktu lama. Analis menilai, perpindahan dari Libor ke SOFR bakal memakan waktu, bertahap dan rumit. Sebab SOFR tidak memiliki tenor panjang panjang seperti Libor yang memiliki tenor satu bulan dan tiga bulan.

Selain itu diperlukan waktu untuk mengembangkan likuiditas di pasar derivatif. Sebab investor perlu menyesuaikan dengan volatilitas harian dari pasar repo. "Apakah orang akan merasa nyaman mengadopsi SOFR sebagai pengganti Libor? Saya tidak yakin," ujar Thomas Simons, ekonom pasar uang Jefferies kepada Reuters, kemarin.

Namun, operator bursa derivatif di AS sudah bersiap menggunakan SOFR sebagai benchmark. Seperti dilansir Bloomberg, CME Group Inc, operator dan marketplace pasar berjangka terbesar dunia, bakal meluncurkan produk perdagangan berjangka berdasarkan acuan SOFR pada 7 Mei 2018 mendatang. Saat ini, CME masih menanti regulasi dari otoritas AS.

Catatan saja, suku bunga Libor selama ini menjadi referensi kurs berbagai instrumen keuangan. Mulai dari kontrak berjangka, swap suku bunga, kredit sindikasi, mortgage hingga nilai tukar khususnya dollar AS.

 

Reporter: Avanty Nurdiana
Editor: Sanny Cicilia

THE FED

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0014 || diagnostic_api_kanan = 0.5991 || diagnostic_web = 1.7426

Close [X]
×