kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

China dan AS Sepakati Pengurangan Tarif Timbal Balik US$30 Miliar


Sabtu, 26 September 2026 / 18:16 WIB
China dan AS Sepakati Pengurangan Tarif Timbal Balik US$30 Miliar
ILUSTRASI. China dan Amerika Serikat (AS) mencapai kesepakatan untuk mengurangi tarif timbal balik senilai US$30 miliar (REUTERS/Evan Vucci)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. China dan Amerika Serikat (AS) mencapai kesepakatan untuk mengurangi tarif timbal balik senilai US$30 miliar serta membuka dialog mengenai kecerdasan buatan (AI). Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari delapan poin konsensus yang dicapai dalam pertemuan Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump di Washington.

Kementerian Luar Negeri China mengatakan, kedua negara juga sepakat membentuk dewan perdagangan serta memperpanjang hasil dari pembicaraan sebelumnya yang berlangsung di Kuala Lumpur.

Kesepakatan terbaru ini muncul setelah China dan AS sebelumnya menyetujui perpanjangan gencatan senjata perdagangan selama dua bulan. Gencatan tersebut semula dijadwalkan berakhir pada 10 November.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Rabu (23/9/2026) mengatakan perpanjangan tersebut memberikan waktu tambahan bagi kedua negara untuk merumuskan kesepakatan perdagangan yang lebih besar.

Baca Juga: Banjir Rendam Bangkok, Pemerintah Tetapkan Ibu Kota Thailand sebagai Zona Bencana

Pertemuan tingkat tinggi antara Xi Jinping dan Donald Trump berlangsung selama tiga hari dan berakhir pada Jumat (25/9). Pertemuan tersebut lebih banyak menonjolkan diplomasi personal kedua pemimpin dibandingkan pengumuman terobosan besar di hadapan publik.

Xi Jinping kemudian telah kembali ke Beijing, menurut kantor berita pemerintah China, Xinhua.

China dan AS Buka Dialog AI

Selain persoalan perdagangan, China dan AS juga menyepakati pembukaan dialog mengenai kecerdasan buatan. Dialog tersebut akan membahas risiko dan manfaat perkembangan teknologi AI.

Putaran pembahasan berikutnya dijadwalkan berlangsung pada November. Kedua negara juga akan membentuk saluran komunikasi khusus untuk menangani insiden yang berkaitan dengan AI.

Kesepakatan mengenai AI menjadi salah satu bagian penting dari pembicaraan bilateral karena perkembangan teknologi tersebut semakin berkaitan dengan sektor ekonomi, keamanan, dan industri strategis.

Baca Juga: Iran Tawarkan Buka Selat Hormuz dalam 7 Hari, Trump Disebut Menolak

Kerja Sama APEC dan G20

China dan AS juga menyepakati dukungan timbal balik dalam penyelenggaraan pertemuan para pemimpin Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) dan Group of 20 (G20).

Kedua pemimpin berencana menghadiri pertemuan yang diselenggarakan oleh negara masing-masing. Trump sebelumnya juga menyampaikan rencana tersebut melalui unggahan di media sosial.

Di luar isu perdagangan dan teknologi, kedua negara turut membahas sejumlah persoalan kebijakan luar negeri.

Kementerian Luar Negeri China menyebut Xi dan Trump sepakat bahwa Iran harus memenuhi komitmennya untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.

Kedua negara juga menyatakan tidak boleh ada negara maupun entitas yang memberlakukan pungutan transit terhadap jalur perairan internasional.

Hingga berita ini ditulis, Kedutaan Besar AS di Beijing belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×