kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 18.057   23,00   0,13%
  • IDX 4.997   -188,50   -3,64%
  • KOMPAS100 631   -26,97   -4,10%
  • LQ45 488   -20,09   -3,95%
  • ISSI 172   -7,03   -3,92%
  • IDX30 273   -10,40   -3,67%
  • IDXHIDIV20 357   -9,37   -2,56%
  • IDX80 72   -3,02   -4,00%
  • IDXV30 101   -1,50   -1,47%
  • IDXQ30 90   -3,25   -3,49%

China Diperkirakan Kembali Tahan Suku Bunga Acuan pada Oktober 2026


Senin, 19 Oktober 2026 / 15:21 WIB
China Diperkirakan Kembali Tahan Suku Bunga Acuan pada Oktober 2026
ILUSTRASI. China diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan 3% pada Oktober 2026, seiring pertumbuhan ekonomi yang melampaui ekspektasi. (REUTERS/Thomas White)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Bank sentral China diperkirakan kembali mempertahankan suku bunga pinjaman acuan atau loan prime rate (LPR) pada Oktober 2026. Keputusan ini akan memperpanjang periode suku bunga yang tidak berubah menjadi 17 bulan berturut-turut, setelah pertumbuhan ekonomi China pada kuartal III-2026 melampaui ekspektasi pasar.

Berdasarkan survei Reuters terhadap 22 pelaku pasar yang dilakukan pekan ini, seluruh responden memperkirakan LPR tenor satu tahun tetap berada di level 3,00%, sedangkan LPR tenor lima tahun bertahan di 3,50%. Penetapan suku bunga tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa (20/10/2026).

LPR merupakan suku bunga acuan pinjaman yang umumnya dikenakan kepada nasabah dengan kualitas kredit terbaik. Suku bunga ini dihitung setiap bulan berdasarkan usulan dari 20 bank komersial yang ditunjuk, kemudian menjadi acuan penting bagi penetapan suku bunga pinjaman di China.

Ekspektasi stabilnya suku bunga muncul setelah data pertumbuhan ekonomi China pada kuartal III-2026 menunjukkan perbaikan dari posisi terendah dalam tiga tahun. Kinerja ekspor yang kuat menjadi penopang utama ekonomi, meskipun konsumsi domestik masih tertekan karena masyarakat cenderung menahan pengeluaran.

Baca Juga: China Hadapi Krisis Demografi, Beijing Diprediksi Jadi Kota Super-Tua pada 2035

Namun, sejumlah analis memperingatkan bahwa ketergantungan yang semakin besar pada faktor eksternal berpotensi memperdalam ketidakseimbangan struktural dalam perekonomian China.

Target pertumbuhan ekonomi China 2026

Pelaku pasar memperkirakan pemerintah China masih dapat mencapai target pertumbuhan ekonomi 2026 sebesar 4,5% hingga 5,0% tanpa perlu menambah stimulus ekonomi secara signifikan.

Optimisme tersebut didukung oleh kinerja ekonomi pada awal tahun, serta sejumlah dukungan fiskal dan moneter dalam skala terbatas yang telah diberikan pemerintah dan bank sentral.

Kondisi ini mengurangi urgensi pelonggaran kebijakan moneter dalam waktu dekat. Dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dari perkiraan, bank sentral China dinilai memiliki ruang untuk mempertahankan suku bunga sambil memantau perkembangan ekonomi domestik dan global.

Konsensus untuk mempertahankan LPR juga muncul ketika sejumlah negara ekonomi utama justru mulai mempertimbangkan kebijakan moneter yang lebih ketat guna mengendalikan tekanan inflasi. Sementara itu, imbal hasil obligasi jangka panjang China berada di sekitar level terendah dalam 15 bulan.

Baca Juga: Putin Setujui Perombakan Kabinet Rusia Usai Pemilu Parlemen

Pasar menanti sinyal kebijakan bank sentral China

Investor kini mencermati forum keuangan penting di Beijing yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (19/10/2026). Gubernur People's Bank of China (PBOC), Pan Gongsheng, dijadwalkan menyampaikan pidato dalam forum tersebut.

Pernyataan Pan menjadi perhatian pelaku pasar untuk memperoleh petunjuk mengenai arah kebijakan moneter China selanjutnya, termasuk peluang perubahan suku bunga dan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas perekonomian.

Meski pertumbuhan ekonomi menunjukkan perbaikan, China masih menghadapi tantangan dari sektor properti. Harga rumah baru kembali turun pada September 2026, memperpanjang tren pelemahan yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun.

Penurunan tersebut mengindikasikan bahwa berbagai dukungan kebijakan pemerintah belum berhasil mendorong pemulihan permintaan perumahan secara luas.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×