kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45769,82   10,44   1.37%
  • EMAS915.000 -0,44%
  • RD.SAHAM -0.01%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

China hentikan sementara impor daging dari empat perusahaan di Australia


Selasa, 12 Mei 2020 / 12:40 WIB
China hentikan sementara impor daging dari empat perusahaan di Australia
ILUSTRASI. Ilustrasi impor daging Australia

Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Menteri Perdagangan Australia Simon Birmingham mengatakan, China menghentikan sementara impor dari empat perusahaan pengolahan daging besar Australia. 

Mengutip Reuters, Selasa (12/5), Birmingham mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Kilcoy Pastoral Company, Beef City dan pabrik Dinmore JBS dan Northern Cooperative Meat Company dilarang mengekspor daging sapi ke China karena masalah pelabelan.

“Ribuan pekerjaan terkait dengan fasilitas pemrosesan daging ini. Banyak petani yang mengandalkan mereka dalam hal menjual sapi ke fasilitas-fasilitas itu, ” ujar Birmingham kepada wartawan dalam konferensi pers di Canberra seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: China terancam dikucilkan usai pandemi corona mereda

Birmingham menggambarkan penangguhan impor mengecewakan, meskipun ia mengatakan itu bukan aksi balasan China atas seruan Australia untuk penyelidikan tentang asal-usul virus corona yang menyebabkan penyakit pernapasan Covid-19.

China menolak perlunya penyelidikan independen, dan duta besar Beijing untuk Australia, Cheng Jingye, pada akhir April mengatakan konsumen China dapat menghindari barang-barang Australia sebagai tanggapan atas dukungan Canberra untuk penyelidikan semacam itu.

Birmingham mengatakan China memberi tahu Australia bahwa keputusan itu disebabkan oleh sertifikat kesehatan dan kesalahan pemberian label. 

Masalah pelabelan juga disebut Beijing ketika perusahaan yang sama dan dua lainnya kehilangan lisensi untuk mengirimkan daging sapi selama beberapa bulan ke China pada 2017.

Penangguhan empat pengolah daging sapi ini dilakukan hanya beberapa hari setelah China mengusulkan untuk memperkenalkan tarif 80% untuk pengiriman gandum Australia.

Baca Juga: Negara Asia Tenggara ketar-ketir akibat aksi Tiongkok di Laut China Selatan




TERBARU

[X]
×