kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45774,37   -28,65   -3.57%
  • EMAS1.028.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.06%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.02%

Negara Asia Tenggara ketar-ketir akibat aksi Tiongkok di Laut China Selatan


Sabtu, 09 Mei 2020 / 01:15 WIB
Negara Asia Tenggara ketar-ketir akibat aksi Tiongkok di Laut China Selatan
ILUSTRASI.

Sumber: South China Morning Post,Xinhua | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Negara-negara Asia Tenggara semakin resah dan gelisah akan aksi China di Laut China Selatan. Belakangan, Beijing tampak aktif melakukan kegiatan pembangunan dan penguatan militer sehingga menjadi tindakan administratif dan penegakan hukum untuk memperkuat klaimnya di Laut China Selatan.

Melansir South China Morning Post, langkah China baru-baru ini untuk menciptakan dua distrik administratif serta menyebutkan 80 fitur geografis di Laut China Selatan telah menuai protes dari negaa lain, seperti Vietnam.

Menurut para pejabat dan pakar di wilayah tersebut, hal lain yang juga menyebabkan kegelisahan negara tetangga adalah perluasan alat penegakan hukum domestik China baru-baru ini ke wilayah yang disengketakan.

Baca Juga: Persiapkan diri hadapi AS, Tiongkok pamer latihan angkatan laut di Laut China Selatan

Negara-negara Asia Tenggara juga cemas bahwa China akan memilih untuk melakukan konflik langsung dengan negara-negara penuntut yang lebih kecil ketika mereka berupaya untuk melawan upaya China dalam mengembangkan sumber daya perikanan dan energi di wilayah tersebut.

"Hanya ada sedikit informasi yang tersedia tentang kampanye ini, tetapi kami mengawasi dengan seksama untuk mengetahui apa implikasinya bagi Laut China Selatan," kata seorang diplomat dari Asosiasi Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) seperti yang dikutip South China Morning Post.

Baca Juga: Tensi di Luat China Selatan masih tinggi, China gelar latihan militer

Seorang diplomat Asia lainnya mengatakan negaranya prihatin dengan aksi China baru-baru ini di Laut China Selatan, yang dilakukan ketika negara-negara lain disibukkan dengan urusan virus corona.



TERBARU

[X]
×