kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45774,37   -28,65   -3.57%
  • EMAS1.028.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.06%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.02%

China jadi negara pertama yang sanggup pulihkan ekonomi di masa pandemi


Kamis, 16 Juli 2020 / 22:10 WIB
China jadi negara pertama yang sanggup pulihkan ekonomi di masa pandemi

Sumber: South China Morning Post,Bloomberg | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - BEIJING. China akhirnya sanggup menghindari resesi setelah perekonomian mereka tumbuh 3,2% di kuartal kedua tahun ini. Negeri tembok raksasa jadi kekuatan ekonomi pertama yang berhasil memulihkan perekonomiannya di tengah pandemi virus corona baru.

Melansir South China Morning Post, ekonomi China menyusut hingga 6,8% pada kuartal I 2020. Ini menandakan kontraksi pertama sejak Revolusi Kebudayaan pada 1976 silam.

Data Bloomberg menunjukkan, produk domestik bruto (PDB) China di kuartal kedua tahun ini meningkat 2,4%. 

Dengan raihan tersebut, China jadi negara ekonomi besar pertama yang berhasil meraih pertumbuhan positif. Sementara saingannya seperti Amerika Serikat (AS), Jepang, dan negara Uni Eropa masih cukup kesulitan mengatasi masalah ekonomi mereka.

Baca Juga: Xi Jinping: Fundamental pertumbuhan ekonomi jangka panjang Tiongkok tak akan berubah

Peneliti dari Kementerian Perdagangan China Mei Xinyu dengan percaya diri mangatakan, output ekonomi China telah pasti melampaui AS pada kuartal kedua tahun ini.

"PDB China selama 2020 bisa saja lebih rendah dari AS. Tapi, jika masalah domestik di AS terus berlanjut, maka PDB China bisa melebihi AS tahun ini," kata Mei seperti dikutip South China Morning Post.

Akibat pandemi yang melanda dunia, pada Mei lalu Perdana Menteri Li Keqianh mengumumkan, China tidak akan menetapkan target pertumbuhan ekonomi untuk tahun ini.

Pertumbuhan ekonomi China yang positif juga seolah membuktikan klaim mereka terkait keberhasilan mengatasi penyebaran wabah virus corona.

Baca Juga: Berhasil mengelak dari jurang resesi, PDB China kuartal 2 tumbuh 3,2%

Konsumsi dan investasi masih lesu



TERBARU

[X]
×