kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

China lawan penyelundupan gula impor, negara lain bakal kelabakan


Senin, 14 Oktober 2019 / 12:09 WIB

China lawan penyelundupan gula impor, negara lain bakal kelabakan
ILUSTRASI. Ilustrasi industri gula. Tindakan keras pemerintah China terhadap penyelundupan gula ke negara tersebut telah menyebabkan pasar gula global kelabakan. KONTAn/Muradi/2017/09/14

KONTAN.CO.ID - LONDON. Tindakan keras pemerintah China terhadap penyelundupan gula ke negara tersebut telah menyebabkan pasar gula global kelabakan. Pasalnya sejumlah negara di Asia harus berjuang untuk menyerap kelebihan pasokan di tempanya masing-masing.

Dilansir dari Reuters, ratusan ribu ton gula diselundupkan ke China diyakini berasal dari India atau Thailand. Gula-gula tersebut dikirim dari negara asalnya ke Myanmar, Laos atau Vietnam sebelum memasuki daratan China.

Baca Juga: India berencana membatasi impor CPO Malaysia, ini yang bakal dilakukan Mahathir

Wang Weidong, seorang analis gula yang berbasis di China selatan memperkirakan jumlah gula ilegal yang masuk ke China tahun ini diperkirakan mencapai 800.000 ton. Jumlah ini turun dari tahun-tahun sebelumnya yang sebesar 1,5 juta sampai 2,8 juta ton gula.

Tindakan keras China ini dilakukan ketika Beijing menghadapi tekanan dari industri untuk memperpanjang tarif impor gula dan menjaga pertumbuhan impor legal ke China yang secara historis jumlahnya sangat rendah.

“Otoritas Tiongkok telah benar-benar menekan penyelundupan gula pada tahun ini," kata seorang pedagang gula yang berbasis di London yang memiliki hubungan dengan pasar Asia.

Pedagang dan analis di London dan Beijing mengatakan mereka memperkirakan penurunan impor gula ilegal ini akan berlanjut.

Baca Juga: Setelah kerusuhan akhir pekan, pendemo di Hong Kong akan kembali gelar aksi malam ini

Angka Organisasi Gula Internasional (ISO) menunjukkan pasar global akan mencatat defisit hampir 5 juta ton pada musim periode 2019-2020 20, yang berarti Asia akan dapat menyerap sebagian kelebihan yang dihasilkan dari penumpasan barang ilegal di China.


Sumber : Reuters
Editor: Tendi

Video Pilihan

Tag

Close [X]
×