kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45849,59   -13,57   -1.57%
  • EMAS820.000 -10,87%
  • RD.SAHAM -1.01%
  • RD.CAMPURAN -0.38%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

China mengajak AS perbaiki hubungan bilateral yang sudah rusak


Senin, 22 Februari 2021 / 14:52 WIB
China mengajak AS perbaiki hubungan bilateral yang sudah rusak
ILUSTRASI. China siap membuka kembali dialog konstruktif dengan AS setelah hubungan antara kedua negara merosot ke level terendah.

Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Diplomat senior China Wang Yi mengatakan, Amerika Serikat (AS) dan China dapat bekerja sama dalam berbagai masalah seperti perubahan iklim dan pandemi virus corona jika mereka memperbaiki hubungan bilateral mereka yang rusak.

Wang, seorang anggota dewan negara dan Menteri Luar Negeri China mengatakan, China siap membuka kembali dialog konstruktif dengan Washington setelah hubungan antara kedua negara merosot ke level terendah dalam beberapa dekade di bawah mantan Presiden AS Donald Trump.

Wang meminta Washington untuk menghapus tarif atas barang-barang China dan meninggalkan apa yang dia katakan sebagai penindasan irasional terhadap sektor teknologi China, langkah-langkah yang dia katakan akan menciptakan "kondisi yang diperlukan" untuk kerja sama.

Baca Juga: Beijing rilis undang-undang penembakan, ini reaksi keras Washington!

Wang mendesak AS untuk menghormati kepentingan inti China, berhenti "mencoreng" Partai Komunis China yang berkuasa, berhenti mencampuri urusan dalam negeri Beijing, dan berhenti "berkomplot" dengan pasukan separatis untuk kemerdekaan Taiwan.

"Selama beberapa tahun terakhir, Amerika Serikat pada dasarnya memutuskan dialog bilateral di semua tingkatan," kata Wang dalam sambutan yang telah disiapkan yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris yang dikutip Reuters, Senin (22/2).

"Kami siap untuk melakukan komunikasi yang jujur ​​dengan pihak AS, dan terlibat dalam dialog yang bertujuan untuk memecahkan masalah," imbuhnya.

Wang merujuk komunikasi via telepon baru-baru ini antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Joe Biden sebagai langkah positif.

Washington dan Beijing telah bentrok di berbagai bidang termasuk perdagangan, tuduhan kejahatan hak asasi manusia terhadap minoritas Muslim Uighur di wilayah Xinjiang dan klaim teritorial Beijing di Laut China Selatan yang kaya sumber daya.

Namun, pemerintahan Biden mengisyaratkan akan mempertahankan tekanan pada China. Biden telah menyuarakan keprihatinan tentang praktik perdagangan China yang "memaksa dan tidak adil" dan mendukung keputusan pemerintahan Trump bahwa China telah melakukan genosida di Xinjiang.

Namun, Biden juga berjanji untuk mengambil pendekatan yang lebih multilateral dan ingin bekerja sama dengan China dalam isu-isu seperti perubahan iklim dan membujuk Korea Utara untuk menyerahkan senjata nuklirnya.

 

Selanjutnya: China tambah kemampuan militer, Laut China Selatan bisa jadi tempat perang berikutnya

 




TERBARU
Kontan Academy
Panduan Cepat Pendalaman Strategic Thinking Sukses Berkomunikasi: Mempengaruhi Orang Lain Batch 2

[X]
×