Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - China bersedia untuk terus bekerja sama dengan Rusia di Dewan Keamanan PBB dan melakukan upaya untuk meredakan situasi di Timur Tengah. Hal tersebut ditegaskan oleh Menteri Luar Negeri China Wang Yi kepada Menlu Rusia Sergei Lavrov dalam percakapan telepon pada Minggu (5/4/2026).
Reuters memberitakan, Wang mengatakan bahwa cara mendasar untuk menyelesaikan persoalan pelayaran di Selat Hormuz adalah dengan segera mencapai gencatan senjata. Ia menambahkan bahwa China selama ini selalu mendorong penyelesaian isu-isu konflik melalui dialog dan negosiasi.
Percakapan kedua menteri luar negeri itu terjadi menjelang pemungutan suara Dewan Keamanan PBB pekan depan atas rancangan resolusi Bahrain untuk melindungi pelayaran komersial di dalam dan sekitar Selat Hormuz.
"Sebagai anggota tetap DK PBB, China dan Rusia seharusnya mengambil pendekatan yang objektif dan seimbang serta berupaya meraih pemahaman dan dukungan yang lebih luas dari komunitas internasional,” kata Wang kepada Lavrov, menurut pernyataan dari kementeriannya.
Baca Juga: Harga Minyak Melonjak 2% di Pagi Ini (6/4), Trump Beri Ultimatum ke Iran
Pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia menyebutkan bahwa kedua menteri membahas cara-cara untuk mencapai gencatan senjata secepat mungkin dan “memulai dialog politik-diplomatik.”
“Rasa puas disampaikan atas kesamaan pendekatan Rusia dan China dalam sebagian besar isu agenda global, termasuk situasi terkait Iran, yang berhubungan dengan agresi tanpa provokasi dari Amerika Serikat dan Israel terhadap negara tersebut,” demikian bunyi pernyataan itu.
Tonton: Iran Izinkan Kapal Asing Melintasi Selat Hormuz, Mengapa Kapal RI Masih Tertahan?
China berulang kali menyerukan gencatan senjata di kawasan Teluk dan Timur Tengah, serta mendesak penghentian pertempuran yang telah berlangsung lebih dari sebulan dan menyebabkan Selat Hormuz, jalur pelayaran penting bagi minyak dan gas, sebagian besar ditutup.













