kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

CIA Ungkap Korea Utara Mengalami Kekurangan Pangan hingga 860.000 Ton


Selasa, 31 Mei 2022 / 09:22 WIB
ILUSTRASI. Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.


Sumber: Yonhap,Yonhap | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Badan Intelijen Pusat AS (CIA) pada hari Selasa (31/5) menunjukkan bahwa saat ini Korea Utara sedang mengalami kekurangan pangan akut. Jumlah bahan pangan yang dibutuhkan negara tersebut diperkirakan mencapai 860.000.

Dalam data yang diterbitkan di situs World Factbook, CIA menyebut Korea Utara sangat membutuhkan impor atau bantuan pangan karena rakyatnya kini ada di bawah ancaman kekurangan gizi.

Jumlah 860.000 ton yang disebut CIA setara dengan sekitar kebutuhan pangan negara untuk dua hingga tiga bulan. Kesenjangan ni membuat Korea Utara akan semakin terpuruk di tengah perjuangannya melawan wabah penyakit sejak pertengahan Mei lalu.

Baca Juga: Korea Utara Klaim Telah Berhasil Mengendalikan Covid-19

"Kendala ekonomi, terutama akibat dampak global dari pandemi Covid-19, telah meningkatkan kerentanan penduduk terhadap kerawanan pangan," tulis CIA dalam laporannya, seperti dikutip Yonhap.

Tingkat konsumsi makanan yang rendah, keragaman makanan yang buruk, serta penurunan level ekonomi kini banyak dialami masyarakat Korea Utara.

CIA menyebut impor dan bantuan asing bisa menjadi solusi utama dari kerawanan pangan ini. Namun, Korea Utara sepertinya masih menutup rapat perbatasan di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

Baca Juga: Sebelum Laporkan Serangan Wabah, Korea Utara Timbun Masker dan Vaksin China

"Jika kesenjangan ini tidak cukup ditutupi melalui impor komersial dan/atau bantuan pangan, rumah tangga dapat mengalami masa paceklik yang berat," lanjut CIA.

Korea Utara memberlakukan kontrol perbatasan yang ketat terhadap pandemi pada awal 2020. Korea Utara bahkan menerapkan penguncian nasional setelah mengakui kehadiran kasus Covid-19 pertama pada 12 Mei lalu.

Dalam laporannya, CIA mencatat Korea Utara tahun ini memiliki populasi sebesar 25,96 juta jiwa, dengan 3,13 juta atau 12% di antaranya tinggal di ibu kota Pyongyang. Sementar itu, harapan hidup masyarakat Korea Utara diperkirakan mencapai usia 71,77 tahun.




TERBARU

[X]
×