kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.944   -29,00   -0,16%
  • IDX 5.999   115,16   1,96%
  • KOMPAS100 778   14,20   1,86%
  • LQ45 588   9,58   1,66%
  • ISSI 208   4,74   2,33%
  • IDX30 333   5,83   1,78%
  • IDXHIDIV20 409   6,49   1,62%
  • IDX80 88   1,57   1,82%
  • IDXV30 111   2,39   2,20%
  • IDXQ30 107   1,91   1,82%

Covid-19 merebak, ADB pangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Asia tahun 2021 jadi 7,2%


Selasa, 20 Juli 2021 / 11:24 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - MANILA. Asian Development Bank (ADB) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Asia tahun ini akan sedikit lebih rendah dari yang diproyeksikan sebelumnya. Hal tersebut dikarenakan kebangkitan infeksi Covid-19 di negara-negara Asia.

Mengutip Reuters, ADB mengatakan pemulihan sedang berlangsung di Asia mengacu pada 46 anggota ADB, termasuk China dan India. Namun, pertumbuhan direvisi turun menjadi 7,2% dari 7,3% seperti yang diproyeksikan dalam laporan Asian Development Outlook (ADO) yang dirilis pada bulan April lalu. 

Sementara itu, ekonomi gabungan blok itu diproyeksikan tumbuh 5,4% tahun depan, dibandingkan dengan perkiraan April sebesar 5,3%.

"Pemulihan Asia dan Pasifik dari pandemi Covid-19 terus berlanjut, meskipun jalannya tetap genting di tengah wabah baru, varian virus baru, dan peluncuran vaksin yang tidak merata," kata Kepala Ekonom ADB Yasuyuki Sawada.

Dalam suplemen ADO-nya, ADB mempertahankan perkiraan pertumbuhannya untuk China pada 8,1% tahun ini dan 5,5% tahun depan.

Baca Juga: Ekonomi Indonesia turun kelas, Faisal Basri bicara soal berkah di balik itu

Tetapi, mereka merevisi perkiraan pertumbuhan untuk India menjadi 10% tahun ini dan 7,5% tahun depan, dibandingkan dengan proyeksi April masing-masing 11% dan 7,0%.

Di Asia Tenggara, ADB sendiri merevisi perkiraan pertumbuhan tahun 2021 menjadi 4,1% dari 4,5% untuk Indonesia; 2,0% dari 3,0% untuk Thailand; 5,5% dari 6,0% untuk Malaysia; dan 5,8% dari 6,7% untuk Vietnam.

Meski demikian, mereka justru meningkatkan proyeksi pertumbuhan Singapura untuk tahun ini menjadi 6,3% dari yang sebelumnya sebesar 6,0% dan tetap mempertahankan prospek pertumbuhan untuk Filipina di 4,5%.

Untuk tahun 2022, ADB mempertahankan perkiraan pertumbuhannya untuk sebagian besar ekonomi Asia Tenggara: 5,0% untuk Indonesia, 5,7% untuk Malaysia, 5,5% untuk Filipina, 4,1% untuk Singapura, dan 7,0% untuk Vietnam.

Tapi, mereka menaikkan proyeksi pertumbuhan untuk Thailand menjadi 4,9% untuk tahun depan dari 4,5%.

“Di atas langkah-langkah penahanan dan vaksinasi, peremajaan kegiatan ekonomi secara bertahap dan strategis – misalnya, perdagangan, manufaktur, dan pariwisata – akan menjadi kunci untuk memastikan bahwa pemulihan itu hijau, inklusif, dan tangguh,” pungkas Sawada.

Selanjutnya: Rencana penyesuaian PPh bagi kelompok super kaya mendapat sorotan




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×