Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada tanggal 2 April 2025, Donald Trump secara resmi mendeklarasikan apa yang disebutnya sebagai “Liberation Day”, suatu langkah kebijakan perdagangan yang penuh kontroversi dengan pengenaan tarif impor besar-besaran terhadap seluruh negara di dunia, kecuali beberapa pengecualian.
Langkah ini, yang digambarkan sebagai bagian dari kampanye “Make America Wealthy Again”, berpotensi mengerek harga berbagai barang konsumsi di Amerika Serikat secara signifikan, dari kebutuhan rumah tangga hingga otomotif.
Kebijakan Tarif Baru Trump: Skema dan Negara Sasaran
Mengutip Unilad, tarif dasar sebesar 10% dikenakan kepada sebagian besar negara mitra dagang Amerika Serikat. Namun, Trump juga menetapkan tarif yang jauh lebih tinggi kepada negara-negara yang dianggap sebagai “pelanggar terburuk”. Berikut adalah rincian tarif dan negara-negara yang dikenakan:
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diprediksi Terancam Perang Tarif Trump
Negara dengan Tarif Dasar 10%
-
Inggris
-
Singapura
-
Brasil
-
Australia
-
Selandia Baru
-
Turki
-
Kolombia
-
Argentina
-
El Salvador
-
Uni Emirat Arab
-
Arab Saudi
Negara dengan Tarif Khusus (Lebih Tinggi)
Negara | Tarif Dikenakan |
---|---|
Tiongkok | 54% |
Kamboja | 49% |
Vietnam | 46% |
Thailand | 36% |
Taiwan | 32% |
Afrika Selatan | 30% |
Jepang | 24% |
Uni Eropa | 20% |
Baca Juga: Harga Minyak Melemah Jumat (4/4) Pagi, Menyusul Keputusan Tarif Timbal Balik Trump
Negara Pengecualian Tarif
-
Meksiko
-
Kanada
-
Tiongkok (hanya untuk produk yang telah lebih dulu dikenakan tarif lebih tinggi)
Dampak Langsung terhadap Harga Barang Konsumen di AS
Kebijakan ini diprediksi akan membawa lonjakan harga yang signifikan pada berbagai barang impor yang dikonsumsi jutaan warga Amerika setiap hari.
1. Anggur dan Minuman Alkohol
Trump mengancam akan menaikkan tarif alkohol dari Uni Eropa hingga 200%, menjadikan anggur Spanyol, sampanye Prancis, dan bir Jerman jauh lebih mahal. Uni Eropa sebagai eksportir utama minuman beralkohol akan sangat terpukul, dan konsumen AS kemungkinan besar akan merasakan kenaikan harga tajam di pasar domestik.
2. Kopi
Amerika Serikat adalah salah satu pengimpor kopi terbesar di dunia. Sebagian besar pasokan berasal dari Brasil dan Kolombia, yang kini terkena tarif 10%. Mengingat besarnya ketergantungan pada impor kopi, harga secangkir kopi di kafe dan rumah tangga akan meningkat signifikan.
3. Pakaian dan Sepatu
Sebagian besar pakaian dan alas kaki yang beredar di pasar AS berasal dari negara-negara seperti Tiongkok, Vietnam, dan Bangladesh. Vietnam kini menghadapi tarif 46% yang mulai berlaku pada 9 April. Ini akan menyebabkan harga pakaian jadi naik drastis karena produsen meneruskan beban tarif ke konsumen.
Baca Juga: Indonesia akan Perluas Mitra Dagang dan Perkuat Konsumsi untuk Atasi Tarif Trump
4. Mobil dan Suku Cadang Otomotif
Trump juga menerapkan tarif 25% untuk seluruh impor mobil dan suku cadang. Kenaikan ini tidak hanya berdampak pada mobil rakitan luar negeri, tetapi juga mobil buatan dalam negeri yang menggunakan komponen impor. Anderson Economic Group memperkirakan harga kendaraan dapat melonjak antara US$2.500 hingga US$20.000.
5. Sirup Maple
Sekitar 90% sirup maple yang dikonsumsi di AS diproduksi di Quebec, Kanada. Walaupun Kanada dikecualikan dari tarif baru ini, kebijakan tarif sebelumnya terhadap produk tertentu dari Kanada telah meningkatkan harga pokok produksi, yang kemungkinan besar akan memengaruhi harga jual akhir sirup maple di pasar AS.
“Sirup maple akan menjadi lebih mahal. Dan itu adalah kenaikan harga langsung yang akan dirasakan rumah tangga,” kata Thomas Sampson dari London School of Economics.