kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Dampak Invasi Rusia ke Ukraina, Michelin Jual Pabriknya di Rusia


Sabtu, 27 Mei 2023 / 07:52 WIB
ILUSTRASI. Dampak Invansi Rusia ke Ukraina, Michelin Jual Pabriknya di Rusia


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  MOSCOW. Produsen ban asal Perancis, Michelin pada Jumat (26/5), mengumumkan telah menjual kepemilikan Rusia Tyre Manufacturing Company dan Camso CIS di Rusia kepada distributor ban negara tersebut, Power International Tires. Namun, Michelin tidak memberikan rincian mengenai harga penjualan.

Melansir Reuters, Jumat (27/5), kesepakatan yang disetujui oleh pihak berwenang setempat akan mempertahankan 250 karyawan, terutama yang bekerja di pabrik tersebut.

Pabrik yang terletak di Davydovo, Rusia, secara total mempekerjakan 750 orang. Pabrik itu memproduksi hingga 2 juta ban per tahun, terutama untuk mobil di pasar Rusia dan beberapa pasar Eropa Utara.

Baca Juga: Multistrada (MASA) dan Michelin Berharap Permintaan dari Pasar Ekspor Menanjak

Michelin mengatakan bahwa tidak mungkin setiap karyawan dipindahkan ke Power International Tires. Dengan demikian, mereka yang ingin meninggalkan perusahaan akan diizinkan untuk melakukannya.

Perusahaan asal Prancis tersebut telah hadir di Rusia sejak 1997 dan menjadi perusahaan ban internasional pertama yang membuka pabrik produksinya di sana pada 2004. 

Adapun penjualan itu dipicu dampak invasi Rusia ke Ukraina. Michelin mengumumkan pada tahun lalu bahwa mereka menangguhkan aktivitas industri di Rusia dan ekspor ke negara tersebut. 

Setelah pengumuman itu, Michelin mengatakan penjualan di Rusia hanya mewakili 2% dari total grup dan 1% dari produksi ban mobil global.

Baca Juga: Michelin & DHL Express Uji Coba Ban Tanpa Udara Anti Bocor MichelinUPTIS di Singapura

Penjualan itu juga sejalan dengan fenomena industri ban yang telah terpukul oleh sanksi negara Barat terhadap Rusia, yang mana membuat pasokan bahan baku penting ke negara tersebut terpotong.

Michelin mengatakan pada April 2023, penghentian kegiatan produksi di Rusia menyebabkan penurunan volume sebesar 25% pada kuartal pertama tahun ini. 




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×