CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.007,80   -0,91   -0.09%
  • EMAS995.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -0.30%
  • RD.CAMPURAN -0.02%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Dapat Diskon, Shell Borong Minyak dari Rusia


Senin, 07 Maret 2022 / 12:33 WIB
Dapat Diskon, Shell Borong Minyak dari Rusia
ILUSTRASI. Dapat Diskon, Shell Borong Minyak dari Rusia


Reporter: Ferrika Sari | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Perusahaan minyak Shell  memborong minyak dari Rusia karena mendapat diskon besar - besaran. Shell berdalih, pembelian ini memberikan keuntungan yang akan didedikasikan sebagai bantuan kemanusiaan ke Ukraina. 

Pada Jumat (4/3), Shell membeli 100.000 metrik ton minyak mentah Ural unggulan dari Rusia. Itu dilaporkan dibeli dengan diskon besar dengan banyak perusahaan menghindari minyak Rusia karena invasi Moskow yang tidak beralasan terhadap negara tetangganya. 

Namun pembelian itu tidak melanggar sanksi Barat. Shell mengatakan melakukan pembicaraan intensif dengan pemerintah dan terus mengikuti panduan terkait  masalah keamanan pasokan.

Baca Juga: Harga Minyak Terus Reli, Brent Melesat 21% dan WTI Melonjak 26% di Pekan Ini

"Kami sangat sadar untuk menavigasi dilema ini dengan sangat hati-hati. Kami tidak mengambil keputusan ini dengan enteng dan kami memahami kekuatan perasaan di sekitarnya,” kata juru bicara Shell, dikutip dari CNBC, Senin (7/3). 

Perusahaan telah menghadapi kritik keras dari Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba, yang ingin perusahaan memutuskan semua hubungan bisnis dengan Rusia.

“Satu pertanyaan untuk Shell, bukankah minyak Rusia berbau darah Ukraina untuk Anda?” Kuleba mengatakan dalam sebuah tweet. 

Baca Juga: BBM Bisa Naik Tiap 2 Minggu, Ini Daftar Harga di Pertamina, Shell, BP, VIvo 3 Maret

Kuleba memberikan pernyataan tajam kepada perusahaan-perusahaan yang masih melakukan bisnis dengan Rusia, dengan mengatakan bahwa beberapa perusahaan minyak besar dapat menemukan diri mereka berada di sisi sejarah yang salah.

“Dunia akan menilai mereka sesuai dengan itu. Dan sejarah akan menilai mereka sesuai dengan itu,” katanya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×