kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

FAKTA: Sejumlah Tokoh Eropa Terseret Jejak Hubungan dengan Jeffrey Epstein


Sabtu, 07 Februari 2026 / 17:51 WIB
FAKTA: Sejumlah Tokoh Eropa Terseret Jejak Hubungan dengan Jeffrey Epstein
ILUSTRASI. Jeffrey Epstein Filthy Rich (Dok/Netflix)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Rilis jutaan dokumen internal oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) kembali membuka jaringan relasi mendiang pelaku kejahatan seksual dan finansier Jeffrey Epstein dengan sejumlah tokoh Eropa dari berbagai kalangan, mulai dari bisnis, akademisi, pemerintahan hingga keluarga kerajaan.

Epstein, yang meninggal dunia akibat bunuh diri pada 2019 di sel penjara Manhattan saat menunggu persidangan kasus perdagangan seks, memanfaatkan kekayaan dan jejaring globalnya untuk membangun hubungan dengan figur-figur berpengaruh selama puluhan tahun.

Sebagian relasi tersebut bahkan tetap berlanjut setelah ia divonis bersalah pada 2008 atas kasus prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur.

Baca Juga: Salah Transfer, Bursa Kripto Korsel Bithumb Tak Sengaja Bagikan Bitcoin US$44 Miliar

Meski demikian, penyebutan nama dalam dokumen tersebut tidak otomatis menjadi bukti keterlibatan dalam aktivitas kriminal.

Berikut sejumlah tokoh Eropa yang disebut dalam dokumen terbaru, yang sebagian dirilis pada 30 Januari lalu:

Andrew Mountbatten-Windsor

Andrew Mountbatten-Windsor, adik Raja Charles, terpaksa meninggalkan kediamannya di kompleks kerajaan Windsor.

Pada Oktober lalu, Raja Charles mencabut gelar pangerannya, salah satu sanksi paling keras terhadap anggota kerajaan Inggris dalam sejarah modern.

Pekan lalu, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyerukan agar Mountbatten-Windsor memberikan kesaksian di hadapan komite Kongres AS.

Kepolisian Inggris juga tengah meninjau tuduhan bahwa seorang perempuan dibawa ke sebuah alamat di Windsor untuk tujuan seksual pada 2010.

Mountbatten-Windsor yang kini berusia 65 tahun secara konsisten membantah melakukan pelanggaran hukum terkait Epstein.

Baca Juga: Zelenskiy: Rusia Lancarkan Serangan Besar-besaran ke Sistem Energi Ukraina

Putri Mahkota Norwegia Mette-Marit

Dokumen terbaru mengungkap korespondensi email antara Putri Mahkota Norwegia, Mette-Marit, dengan Epstein setelah vonis 2008.

Namanya muncul ratusan kali dalam berkas, termasuk pesan pada 2012 di mana ia menyebut Epstein sebagai sosok “manis”, “berhati lembut”, dan “sangat menawan”.

Mette-Marit sebelumnya mengaku tidak mengetahui latar belakang kriminal Epstein. Namun, email yang baru dirilis menunjukkan bahwa ia sempat menelusuri rekam jejak Epstein pada 2011 dan menyebut reputasinya “tidak terlihat bagus”.

“Saya harus bertanggung jawab karena tidak menyelidiki latar belakang Epstein secara lebih menyeluruh. Saya menunjukkan penilaian yang buruk dan menyesali segala bentuk kontak dengannya,” ujar Mette-Marit dalam pernyataan resmi istana.

Baca Juga: Bank Sentral China Borong Emas untuk Bulan ke-15, Nilai Cadangan Melonjak!

Jack dan Caroline Lang

Mantan Menteri Kebudayaan Prancis Jack Lang diketahui tetap menjalin kontak dengan Epstein dalam jangka waktu panjang, termasuk meminta fasilitas seperti mobil dan pesawat pribadi.

Dalam email 2017, Lang bahkan mengucapkan terima kasih atas “waktu yang luar biasa” bersama Epstein.

Tekanan meningkat agar Lang mundur dari jabatannya sebagai Presiden Institut Dunia Arab setelah Kementerian Luar Negeri Prancis memanggilnya untuk klarifikasi.

Putrinya, Caroline Lang, telah mengundurkan diri dari jabatan Ketua Serikat Produksi Independen Prancis.

Dokumen juga menunjukkan bahwa Caroline sempat bermitra bisnis dengan Epstein pada 2016 melalui perusahaan Pyrtanée LLC.

Keduanya membantah melakukan pelanggaran hukum.

Baca Juga: SpaceX Tunda Rencana ke Mars Demi Fokus Misi Pendaratan ke Bulan di Tahun 2027

Peter Mandelson

Mantan Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat, Peter Mandelson, kini berada dalam penyelidikan polisi terkait dugaan penyalahgunaan jabatan publik.

Email yang terungkap menunjukkan kedekatan Mandelson dengan Epstein, termasuk dugaan pembocoran informasi sensitif pasar saat Mandelson menjabat menteri pada masa krisis keuangan global.

Tekanan juga mengarah ke Perdana Menteri Keir Starmer, yang sebelumnya menunjuk Mandelson sebagai duta besar.

Starmer telah memecat Mandelson pada September lalu setelah rilis dokumen tahap awal.

Mandelson belum memberikan komentar publik terkait tuduhan tersebut.

Baca Juga: Harga Emas Kembali Berkilau, Ditutup Menguat 3,9% ke US$ 4.964 Per Ons Troi

Boerge Brende

Forum Ekonomi Dunia (WEF) meluncurkan penyelidikan internal terkait hubungan CEO-nya, Boerge Brende, dengan Epstein.

Dokumen menunjukkan Brende pernah makan malam bisnis sebanyak tiga kali dengan Epstein serta bertukar pesan email dan teks.

Brende, mantan Menteri Luar Negeri Norwegia, mengaku pertama kali bertemu Epstein pada jamuan makan malam di New York pada 2018 dan tidak mengetahui masa lalu kriminalnya. Hingga kini, Brende masih menjabat sebagai CEO WEF.

Ariane de Rothschild

Pemimpin Edmond de Rothschild Group tercatat menghadiri beberapa pertemuan dengan Epstein di New York dan Paris sebelum penangkapan Epstein pada 2019.

Tidak ada indikasi tindak pidana dalam dokumen tersebut, dan pihak bank menyatakan Ariane tidak mengetahui rekam jejak kriminal Epstein.

Baca Juga: Harga Minyak Ditutup Menguat, Disokong Kekhawatiran Akan Kemungkinan Konflik Iran-AS

Thorbjoern Jagland

Otoritas kejahatan ekonomi Norwegia, Oekokrim, tengah menyelidiki mantan Perdana Menteri Thorbjoern Jagland atas dugaan korupsi berat, terkait penerimaan hadiah, perjalanan, dan pinjaman selama menjabat Ketua Komite Nobel Norwegia dan Sekretaris Jenderal Dewan Eropa.

Pemerintah Norwegia telah meminta Dewan Eropa mencabut imunitas Jagland.

Mona Juul dan Terje Roed-Larsen

Duta Besar Norwegia untuk Yordania dan Irak, Mona Juul, diskors setelah dokumen menunjukkan kontak intensif dengan Epstein pasca-vonis 2008.

Berkas juga menyebutkan bahwa keluarga Juul pernah mengunjungi pulau milik Epstein, bahkan anak-anak mereka tercantum sebagai penerima warisan dalam salah satu versi surat wasiat Epstein.

Baca Juga: Ketua The Fed Jerome Powell Bawa Kabar Buruk bagi Presiden Donald Trump, Apa Itu?

Miroslav Lajcak

Penasihat Keamanan Nasional Slovakia Miroslav Lajcak mengundurkan diri setelah dokumen menunjukkan pertukaran email dengan Epstein yang membahas perempuan muda.

Lajcak membenarkan korespondensi tersebut terjadi pada 2018, namun membantah melakukan pelanggaran hukum.

Ia menyatakan pengunduran dirinya dilakukan untuk mencegah isu ini dimanfaatkan secara politik terhadap pemerintahan Perdana Menteri Robert Fico.

Selanjutnya: PPTJ 2026: BINUS University Pamerkan Ekosistem Pendidikan Global dan Kreatif

Menarik Dibaca: Hasil BATC 2026 : Kalah dari Korea, Tim Putri Indonesia Raih Perunggu




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×