kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.890.000   -66.000   -2,23%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Ketua The Fed Jerome Powell Bawa Kabar Buruk bagi Presiden Donald Trump, Apa Itu?


Sabtu, 07 Februari 2026 / 06:02 WIB
Ketua The Fed Jerome Powell Bawa Kabar Buruk bagi Presiden Donald Trump, Apa Itu?
ILUSTRASI. Jerome Powell sampaikan ekonomi AS kuat, namun ini justru menyulitkan keinginan Trump pangkas suku bunga. Mengapa demikian? (KONTAN/The Fed)


Sumber: The Motley Fool,The Motley Fool | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell menutup rapat The Fed bulan Januari dengan konferensi pers, seperti biasanya, untuk menjelaskan langkah terbaru bank sentral AS dan menjawab pertanyaan wartawan soal kondisi ekonomi.

Pasar selalu mencermati konferensi pers ini karena sering memberi sinyal soal arah kebijakan suku bunga dan neraca The Fed ke depan.

Melansir The Motley Fool, dalam rapat terbaru dan konferensi pers tersebut, Powell menyampaikan kabar positif tentang kondisi ekonomi. Namun, kabar baik ini justru berpotensi menjadi kabar buruk bagi Presiden Donald Trump, yang sejak awal masa jabatan keduanya kerap berselisih pandangan dengan The Fed.

Kabar baik soal ekonomi dan pasar tenaga kerja

Dalam konferensi pers, Powell menyampaikan bahwa kondisi ekonomi AS, inflasi, dan pasar tenaga kerja menunjukkan sinyal yang cukup solid.

Untuk inflasi, Powell mengatakan The Fed melihat adanya perlambatan kenaikan harga (disinflasi) di sektor jasa. Namun, inflasi di sektor barang masih tergolong tinggi, salah satunya akibat kebijakan tarif. Meski begitu, ekspektasi inflasi jangka panjang masih berada di sekitar target The Fed sebesar 2%.

Powell juga menyebut aktivitas ekonomi masih cukup kuat dan bahkan sering melampaui perkiraan. Konsumen dinilai tetap tangguh, sementara dunia usaha terus meningkatkan investasi. Meski demikian, sektor perumahan masih menjadi titik lemah.

Ia juga menilai penutupan sementara pemerintahan (government shutdown) kemungkinan sempat menekan aktivitas ekonomi, tetapi dampaknya diperkirakan akan berbalik membaik pada kuartal ini.

Baca Juga: Euforia Berakhir, Harga Perak Terjun Bebas

Dari sisi tenaga kerja, Powell mengatakan data terbaru menunjukkan pasar tenaga kerja mulai stabil setelah sebelumnya sempat melunak. Pertumbuhan lapangan kerja memang melambat, tetapi hal itu sebagian disebabkan oleh melambatnya pertumbuhan jumlah tenaga kerja, akibat imigrasi yang lebih rendah dan partisipasi angkatan kerja yang menurun.

Sementara itu, jumlah lowongan kerja, PHK, perekrutan, dan pertumbuhan upah nominal relatif tidak banyak berubah dalam beberapa bulan terakhir.

Mengapa ini jadi kabar buruk bagi Trump?

Kabar baik soal ekonomi dan tenaga kerja justru bisa menjadi kabar buruk bagi Presiden Trump. Pasalnya, Trump secara terbuka menginginkan The Fed menurunkan suku bunga lebih lanjut.

Data terbaru ini tidak terlalu mendukung pemangkasan suku bunga tambahan, terutama dari sisi pasar tenaga kerja.

The Fed memiliki mandat ganda, yakni menjaga stabilitas harga dan mencapai tingkat pekerjaan maksimum. Namun, inflasi masih berada di level relatif tinggi. Pada Januari, inflasi tercatat sekitar 3%, masih di atas target The Fed.

Baca Juga: TikTok Terancam Denda Besar di Eropa Karena Langgar Aturan Konten Online

Jika The Fed terus menurunkan suku bunga, hal itu bisa semakin mendorong aktivitas ekonomi dan berisiko kembali memicu inflasi. Jika pasar tenaga kerja juga tidak menunjukkan pelemahan signifikan, maka The Fed tidak memiliki alasan kuat untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×