kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.669.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Gedung Putih Redam Isu Penyelidikan Ketua The Fed Jerome Powell


Jumat, 16 Januari 2026 / 23:14 WIB
Gedung Putih Redam Isu Penyelidikan Ketua The Fed Jerome Powell
ILUSTRASI. Jerome Powell, Chairman The Fed (KONTAN/The Fed)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Penasihat Gedung Putih Kevin Hassett meremehkan penyelidikan pidana federal terhadap Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell.

Ia menilai penyelidikan tersebut kemungkinan besar tidak akan menemukan pelanggaran apa pun.

Mengutip Reuters, Jumat (16/1/2026), Hassett mengatakan dirinya memperkirakan tidak ada masalah serius dalam penyelidikan yang dibuka pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait pembengkakan biaya proyek renovasi gedung kantor pusat The Fed senilai US$ 2,5 miliar.

Baca Juga: Bursa Global Bertahan Dekat Rekor Tertinggi, Optimisme AI Redam Ketegangan Geopolitik

“Pada akhirnya, saya yakin Jay adalah orang yang baik. Saya memperkirakan tidak ada apa-apa di sini. Pembengkakan biaya kemungkinan terkait hal-hal teknis seperti asbes, seperti yang ia sampaikan,” ujar Hassett dalam wawancara dengan Fox Business Network.

Meski begitu, ia menilai The Fed seharusnya lebih transparan terkait pembengkakan biaya renovasi tersebut.

Sebagaimana diketahui, pemerintahan Trump membuka penyelidikan pidana terhadap Powell terkait proyek renovasi dua bangunan bersejarah di kompleks kantor pusat The Fed. Powell mengungkapkan adanya penyelidikan tersebut pada Minggu lalu dan membantah melakukan pelanggaran apa pun.

Powell juga menyebut langkah penyelidikan ini sebagai tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan dinilainya sebagai upaya untuk menekan dirinya, mengingat ia tidak memenuhi tuntutan lama Trump agar The Fed memangkas suku bunga secara agresif.

Baca Juga: Protes di Iran Mereda Usai Tindakan Keras Aparat, Warga & Kelompok HAM Angkat Bicara

Hassett, yang saat ini menjabat Direktur National Economic Council dan disebut-sebut sebagai salah satu kandidat pengganti Powell, berupaya mengecilkan arti penyelidikan tersebut.

Ia menyebut proses itu hanya berupa permintaan informasi biasa.

“Saya yakin informasi yang diminta akan segera diberikan, dan setelah itu semuanya akan berjalan ke depan,” kata Hassett dalam acara Mornings with Maria.

Penyelidikan terhadap Powell menuai kritik dari berbagai pihak, mulai dari pejabat ekonomi asing, investor, hingga mantan pejabat pemerintah AS dari kedua kubu politik.

Baca Juga: CEO Bank of America Ungkap Risiko Stablecoin Berbunga terhadap Simpanan Perbankan

Sejumlah anggota Partai Republik, partai Trump sendiri juga menilai langkah tersebut berpotensi mempolitisasi kebijakan moneter yang seharusnya independen.

Sebagai catatan, masa jabatan Jerome Powell sebagai Ketua The Fed akan berakhir pada Mei mendatang. Hingga kini, Presiden Trump belum mengumumkan siapa yang akan ditunjuk sebagai penggantinya.

Selanjutnya: Ubah Nama, OJK Beri Izin Usaha PT PAIB Indonesia Insurance Broker

Menarik Dibaca: Libur Panjang Isra Mikraj, 564.272 Tiket Kereta Telah Terjual




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×