kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.890.000   -66.000   -2,23%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

CEO Bank of America Ungkap Risiko Stablecoin Berbunga terhadap Simpanan Perbankan


Jumat, 16 Januari 2026 / 20:20 WIB
CEO Bank of America Ungkap Risiko Stablecoin Berbunga terhadap Simpanan Perbankan
ILUSTRASI. Kenaikan Cadangan Devisa Indonesia Besrumber dari Pajak dan Jasa (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Chief Executive Officer (CEO) Bank of America, Brian Moynihan, memperingatkan potensi pergeseran dana besar-besaran dari sistem perbankan Amerika Serikat ke aset kripto jenis stablecoin. 

Ia menyebut, jika stablecoin diizinkan memberikan bunga, hingga US$ 6 triliun dana simpanan perbankan bisa berpindah, atau setara 30%–35% dari total deposito bank komersial di AS.

Peringatan itu disampaikan Moynihan dalam paparan kinerja Bank of America kepada para analis, Rabu lalu. Proyeksi tersebut, menurutnya, merujuk pada sejumlah kajian Departemen Keuangan AS yang mengkaji dampak stablecoin berbunga terhadap stabilitas perbankan.

Baca Juga: Ketegangan Trump dan The Fed, Ini Pandangan CEO Bank of America Brian Moynihan

Melansir The Block, Jumat (16/1/2026), Moynihan menjelaskan, struktur stablecoin pada dasarnya mirip dengan reksadana pasar uang. Dana yang masuk biasanya ditempatkan pada instrumen jangka pendek seperti surat utang pemerintah AS (US Treasury), bukan disalurkan kembali sebagai kredit ke sektor riil. 

Akibatnya, dana tersebut berada di luar sistem perbankan tradisional dan menggerus basis dana pihak ketiga yang selama ini menjadi sumber utama penyaluran kredit ke rumah tangga dan pelaku usaha.

Ia menegaskan, jika simpanan nasabah menyusut, bank akan kesulitan menyalurkan kredit atau terpaksa mencari pendanaan dari pasar grosir. Opsi pendanaan ini, menurut Moynihan, jelas lebih mahal dan berisiko menekan kinerja perbankan.

Isu ini menjadi salah satu titik panas dalam pembahasan rancangan undang-undang (RUU) struktur pasar kripto di Senat AS. 

Baca Juga: CEO Bank of America Beri Pesan untuk Gen Z yang Sulit Mencari Pekerjaan

Draf terbaru yang dirilis Ketua Komite Perbankan Senat, Tim Scott, pada 9 Januari lalu, memuat ketentuan yang melarang penyedia layanan aset digital memberikan bunga atau imbal hasil hanya karena pengguna menyimpan stablecoin.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×