kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.871   25,00   0,15%
  • IDX 8.952   15,68   0,18%
  • KOMPAS100 1.234   4,97   0,40%
  • LQ45 870   2,35   0,27%
  • ISSI 326   1,69   0,52%
  • IDX30 442   2,68   0,61%
  • IDXHIDIV20 521   4,22   0,82%
  • IDX80 137   0,61   0,44%
  • IDXV30 145   1,22   0,85%
  • IDXQ30 142   1,08   0,77%

Kejaksaan AS Buka Penyelidikan Kriminal terhadap Ketua The Fed Jerome Powell


Senin, 12 Januari 2026 / 08:55 WIB
Kejaksaan AS Buka Penyelidikan Kriminal terhadap Ketua The Fed Jerome Powell
ILUSTRASI. Jerome Powell, Chairman The Fed (KONTAN/The Fed)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Kantor Kejaksaan Amerika Serikat (AS) di Distrik Columbia membuka penyelidikan kriminal terhadap Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, terkait renovasi gedung pusat The Fed di Washington dan dugaan bahwa Powell berbohong kepada Kongres mengenai cakupan proyek tersebut, lapor New York Times pada Minggu (11/1/2026).

Penyelidikan ini mencakup analisis atas pernyataan publik Powell serta pemeriksaan catatan pengeluaran terkait proyek renovasi.

Menurut NYT, penyelidikan ini disetujui pada November lalu oleh Jaksa Jeanine Pirro, berdasarkan sumber yang mengetahui situasi tersebut. Belum ada komentar resmi dari Powell maupun pihak Federal Reserve.

Baca Juga: Dolar AS Tergelincir Senin (12/1) Pagi, di Tengah Investigasi Kriminal Ketua The Fed

Langkah ini menandai eskalasi serius dalam sorotan publik terhadap pengelolaan The Fed dan bisa menambah tekanan politik terhadap Powell, yang sebelumnya sudah menjadi target kritik Presiden Donald Trump terkait kebijakan suku bunga dan pengelolaan bank sentral.

Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell menyatakan bahwa pemerintahan Trump telah mengancamnya dengan tuduhan kriminal dan melayangkan surat panggilan grand jury terkait kesaksiannya di Senat musim panas lalu mengenai proyek renovasi gedung The Fed.

Powell menyebut tindakan ini sebagai “dalih” untuk memberi tekanan agar bank sentral menurunkan suku bunga.

“Pada Jumat lalu, Departemen Kehakiman melayangkan surat panggilan grand jury kepada Federal Reserve, mengancam tuduhan kriminal terkait kesaksian saya di Komite Perbankan Senat pada Juni lalu,” ujar Powell dalam pernyataan resmi yang dirilis Fed, Minggu malam.

“Saya memiliki rasa hormat yang mendalam terhadap supremasi hukum dan akuntabilitas dalam demokrasi kita. Tidak ada orang—termasuk Ketua Federal Reserve—yang berada di atas hukum. Tetapi tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini harus dipahami dalam konteks lebih luas tentang ancaman dan tekanan berkelanjutan dari pemerintahan untuk menurunkan suku bunga,” tambah Powell.

Baca Juga: Australia Prioritaskan Antimoni, Galium, dan Rare Earth di Cadangan Strategis

Gedung Putih menolak memberikan komentar dan mengarahkan pertanyaan ke Departemen Kehakiman.

Sejak kembali menjabat, Trump menuntut The Fed memangkas suku bunga secara drastis, menyalahkan kebijakan bank sentral atas lambatnya pertumbuhan ekonomi, dan sesekali mempertimbangkan untuk memecat Powell, meski posisi Ketua Fed secara hukum dilindungi dari pemecatan terkait perbedaan kebijakan.

“Ancaman baru ini bukan tentang kesaksian saya pada Juni lalu atau proyek renovasi gedung The Fed. Ini hanyalah dalih. Ancaman tuduhan kriminal merupakan konsekuensi dari keputusan The Fed menetapkan suku bunga berdasarkan penilaian terbaik kami untuk kepentingan publik, bukan mengikuti keinginan Presiden,” tegas Powell.

Panggilan grand jury dan pernyataan Powell ini menandai eskalasi signifikan dalam upaya Trump memengaruhi kebijakan The Fed.

Baca Juga: CEO Exxon Sebut Venezuela Tak Layak Investasi, Trump Meradang

Powell menuduh pemerintahan menggunakan sistem hukum untuk mendorong bank sentral menurunkan suku bunga lebih cepat dan lebih drastis daripada yang dianggap tepat oleh 19 anggota pembuat kebijakan Fed.

Pemerintahan Trump sebelumnya mengkritik proyek renovasi dua gedung Fed senilai US$2,5 miliar, menilai biayanya berlebihan dan terlalu mewah.

Beberapa analis menyebut kritik itu sebagai dalih untuk menekan Fed menurunkan suku bunga, namun Powell menolak, memberikan penjelasan rinci di situs Fed dan mengirim surat kepada anggota pemerintahan terkait latar belakang proyek.

Pada Juni lalu, Powell memberikan kesaksian rutin dua kali setahun mengenai kebijakan moneter di Kongres dan beberapa kali ditanya soal proyek renovasi gedung.

Baca Juga: Korea Selatan Periksa Lonjakan Deposito Dolar di Tengah Pelemahan Won

Ia menjelaskan pembaruan tersebut diperlukan untuk memperbarui infrastruktur yang sudah usang.

Pada Juli, Trump melakukan kunjungan langka ke lokasi tersebut, dan Powell memberi tur kepadanya.

Selanjutnya: Rekor, Harga Emas Antam Hari Ini (12/1): Naik Rp 29.000 Jadi Rp 2.631.000 Per Gram

Menarik Dibaca: 6 Drakor Ini Bongkar Kisah Nyata Hidup Kaum Difabel




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×