kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Ketua The Fed Jerome Powell Bawa Kabar Buruk bagi Presiden Donald Trump, Apa Itu?


Sabtu, 07 Februari 2026 / 06:02 WIB
Ketua The Fed Jerome Powell Bawa Kabar Buruk bagi Presiden Donald Trump, Apa Itu?
ILUSTRASI. Jerome Powell sampaikan ekonomi AS kuat, namun ini justru menyulitkan keinginan Trump pangkas suku bunga. Mengapa demikian? (KONTAN/The Fed)


Sumber: The Motley Fool,The Motley Fool | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Banyak masyarakat AS saat ini menghadapi krisis keterjangkauan biaya hidup. Inflasi melonjak sejak pandemi, disertai kenaikan biaya hidup secara luas. Biaya perumahan menyedot porsi pendapatan yang semakin besar, sementara kenaikan gaji belum cukup untuk menutup kebutuhan hidup, menabung untuk membeli rumah, dan mempersiapkan dana pensiun.

Isu ekonomi menjadi perhatian utama pemilih, apalagi pemilu paruh waktu (midterm elections) dijadwalkan berlangsung akhir tahun ini. Trump dan Partai Republik tentu ingin mempertahankan mayoritas di Kongres untuk melanjutkan agenda politiknya. Karena itu, suku bunga dan daya beli masyarakat menjadi isu yang sangat sensitif.

Pasar masih perkirakan dua kali pemangkasan suku bunga

Saat ini, pasar masih memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga dua kali sepanjang tahun ini. Namun, jika data terus menunjukkan stabilisasi pasar tenaga kerja dan perlambatan inflasi, The Fed bisa saja menahan diri untuk tidak memangkas suku bunga lebih lanjut.

Tonton: Austrade: Kerjasama Indonesia Australia Makin Erat: Ini Prospek Sektor Bisnis

Jika itu terjadi, pasar saham berpotensi tertekan, yang bisa menjadi kabar buruk tambahan bagi Trump.

Meski begitu, kondisi bisa berubah cepat. Data inflasi dan tenaga kerja dirilis setiap bulan dan kerap sulit diprediksi. Masih ada kemungkinan pemangkasan suku bunga lebih banyak dari perkiraan saat ini, tetapi skenario sebaliknya juga tetap terbuka, hal yang perlu dicermati oleh para investor.

Selanjutnya: Promo Indomaret 5-11 Februari 2026, Filma Hingga Bango Hemat Minggu Ini

Menarik Dibaca: Poco F8 Pro: Upgrade Gila-gilaan, Benarkah Flagship Killer Sejati?




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×