Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika
KONTAN.CO.ID - BEIJING. Pasar logam mulia tengah mengalami drama yang jarang terlihat dalam sejarah modern. Dalam sekejap, harga perak yang pekan lalu mencetak rekor tertinggi, kini anjlok hampir 20% ke bawah US$ 71 per ons. Emas pun tak luput, jatuh 3,7% dalam perdagangan yang penuh gejolak.
Fenomena ini bukan sekadar fluktuasi biasa. Di balik angka-angka tajam itu, ada gelombang spekulasi besar dari investor ritel China hingga dana ekuitas raksasa yang merambah komoditas.
Aksi beli masif mereka mendorong harga logam dari tembaga hingga perak ke level rekor. Bahkan satu-satunya reksadana perak murni di China sampai harus menghentikan subscription baru karena premi yang meroket.
"Spekulasi ini mengacaukan proses pembentukan harga," kata Ross Norman, CEO Metals Daily, seperti dikutip Bloomberg, Jumat (6/2).
Baca Juga: Bursa Asia Terkoreksi Jumat (6/2) Pagi: Saham, Perak, dan Bitcoin Terpukul Keras
Menurut Norman, volatilitas di pasar logam mulia kini berjalan sendiri, jauh dari dasar ekonomi nyata. Harga bergerak bukan karena permintaan industri, melainkan arus dana yang deras dan posisi spekulatif yang saling bertarung.
Investor global pun ikut terseret. Arus masuk ke produk dengan leverage dan pembelian opsi beli menumpuk posisi besar sepanjang Januari. Ketika harga jatuh pada sesi perdagangan Asia Jumat lalu, aksi jual berantai pun terjadi, menciptakan gejolak yang berlanjut hingga awal pekan ini.
Dampak aksi jual tersebut meluas. Tembaga yang merupakan logam dasar pun ikut terseret, turun hingga 2% ke bawah US$ 13.000 per ton. Pasar yang sebelumnya tampak stabil, kini terasa rapuh dan penuh risiko.
"Perak kini sangat dipengaruhi arus dana dan strategi otomatis, bukan fundamental fisik," ujar Daria Efanova dan Viktoria Kuszak dari Sucden Financial.
Beta perak yang tinggi dan keterkaitan dengan kondisi makro membuatnya rentan terhadap koreksi tajam. Volatilitas diperkirakan akan tetap tinggi, dengan pergerakan harga yang berlebihan saat posisi investor berubah.
Baca Juga: Emas dan Perak Menguat dalam Perdagangan yang Bergejolak, CME Kerek Margin













