Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - HOUSTON. Harga minyak mentah ditutup menguat di akhir pekan dan membalikkan kerugian sebelumnya karena pasar khawatir bahwa pembicaraan minggu ini antara Amerika Serikat (AS) dan Iran gagal mengurangi risiko konflik militer antara kedua negara.
Jumat (6/2/02), harga minyak mentah berjangka jenis Brent untuk kontrak pengiriman April 2026 ditutup naik 50 sen atau 0,74% menjadi US$ 68,05 per barel.
Sejalan, harga ,inyak mentah berjangka jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Maret 2026 ditutup menguat 26 sen atau 0,41% ke US$ 63,55 per barel.
Dalam perdagangan semalam, kedua patokan tersebut turun, tetapi selama sesi AS, baik Brent maupun WTI naik lebih dari US$ 1 per barel sebelum melambat menjelang penutupan.
Iran dan AS mengadakan negosiasi melalui mediasi Oman untuk mencoba mengatasi perbedaan tajam mengenai program nuklir Teheran. "Kita terus bolak-balik mengenai situasi Iran ini," kata John Kilduff, mitra di Again Capital.
Baca Juga: Peringatan Keras Elon Musk: AS 1.000% Akan Bangkrut karena Utang
"Keadaannya membaik suatu hari atau bahkan satu jam, lalu memburuk di jam berikutnya. Ini adalah kegelisahan status quo terkait Iran." Televisi pemerintah Iran melaporkan pada sore hari bahwa pembicaraan telah berakhir.
Menteri Luar Negeri Iran mengatakan para negosiator akan kembali ke ibu kota masing-masing untuk konsultasi, dan pembicaraan akan berlanjut.
Menjelang pembicaraan, kurangnya konsensus mengenai agenda pertemuan membuat investor cemas tentang risiko geopolitik, karena Iran ingin "tetap pada isu nuklir," sementara AS ingin membahas rudal balistik Iran dan dukungannya terhadap kelompok bersenjata di kawasan tersebut.
Eskalasi ketegangan antara kedua negara dapat mengganggu aliran minyak, karena sekitar seperlima dari total konsumsi dunia melewati Selat Hormuz antara Oman dan Iran.
Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak mengekspor sebagian besar minyak mentah mereka melalui selat tersebut, begitu pula Iran, anggota OPEC lainnya.
Jika prospek konflik di kawasan tersebut mereda, harga minyak dapat turun lebih jauh.
Baca Juga: Ketua The Fed Jerome Powell Bawa Kabar Buruk bagi Presiden Donald Trump, Apa Itu?
Ekspor minyak Kazakhstan yang direncanakan dapat turun hingga 35% bulan ini melalui jalur utama melalui Rusia, menurut empat sumber perdagangan kepada Reuters, karena ladang minyak raksasa Tengiz perlahan pulih dari kebakaran di fasilitas pembangkit listrik pada bulan Januari.
Secara mingguan, harga tertekan oleh aksi jual yang lebih luas di pasar dan oleh ekspektasi yang terus-menerus akan kelebihan pasokan minyak, kata para analis.
Arab Saudi memangkas harga jual resmi minyak mentah Arab Light ke Asia untuk pengiriman Maret ke level terendah sekitar lima tahun pada hari Kamis, menandai bulan keempat berturut-turut pemotongan harga.













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)