Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. SpaceX milik Elon Musk mengatakan akan memprioritaskan perjalanan ke bulan terlebih dahulu dan mencoba perjalanan ke Mars di kemudian hari. Hal tersebut dilaporkan Wall Street Journal seperti dikutip dari Reuters pada Jumat (6/2/2026).
Lebih lanjut SpaceX menargetkan pada Maret 2027 untuk pendaratan di bulan tanpa astronot.
Berita ini muncul setelah SpaceX setuju untuk mengakuisisi xAI dalam kesepakatan yang menilai perusahaan roket dan satelit tersebut sebesar US$ 1 triliun dan perusahaan kecerdasan buatan tersebut sebesar US$ 250 miliar.
SpaceX tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.
Baca Juga: Harga Emas Kembali Berkilau, Ditutup Menguat 3,9% ke US$ 4.964 Per Ons Troi
Di tahun lalu, Musk mengatakan bahwa ia bertujuan untuk mengirim misi tanpa awak ke Mars pada akhir tahun 2026.
SpaceX sedang mengembangkan roket Starship generasi berikutnya, sebuah roket raksasa dari baja tahan karat yang dirancang untuk dapat digunakan kembali sepenuhnya dan melayani berbagai misi termasuk penerbangan ke bulan dan Mars.
Amerika Serikat menghadapi persaingan ketat dekade ini dari China dalam upayanya untuk mengirim astronot kembali ke bulan, tempat yang belum pernah dikunjungi manusia sejak misi Apollo terakhir AS pada tahun 1972.













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)