kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.024.000   -25.000   -0,82%
  • USD/IDR 16.960   17,00   0,10%
  • IDX 7.586   -124,85   -1,62%
  • KOMPAS100 1.060   -17,16   -1,59%
  • LQ45 776   -11,77   -1,49%
  • ISSI 267   -5,67   -2,08%
  • IDX30 410   -8,94   -2,13%
  • IDXHIDIV20 507   -8,43   -1,64%
  • IDX80 119   -2,14   -1,77%
  • IDXV30 137   -1,76   -1,26%
  • IDXQ30 133   -2,57   -1,90%

Intelijen Lithuania Ungkap Rusia Perluas Unit Militer di Perbatasan NATO


Jumat, 06 Maret 2026 / 20:28 WIB
Intelijen Lithuania Ungkap Rusia Perluas Unit Militer di Perbatasan NATO


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  VILNIUS. Badan intelijen Lithuania menyatakan Rusia tengah memperluas unit militer di wilayah perbatasan dengan negara-negara NATO. 

Langkah ini dinilai berpotensi memperkuat kemampuan tempur Moskow dan dapat digunakan sebagai basis kekuatan jika terjadi konflik lebih luas dengan aliansi militer Barat tersebut.

Dalam laporan tahunan mengenai ancaman keamanan yang dirilis Jumat (6/3/2026), intelijen Lithuania menyebut Rusia juga memanfaatkan perang di Ukraina untuk memberikan pengalaman tempur bagi unit-unit militernya.

Menurut laporan itu, jika sanksi terhadap Rusia dicabut, Moskow berpotensi membangun kembali kekuatan militernya dalam waktu sekitar enam tahun dan siap menghadapi konflik militer berskala besar dengan NATO.

Baca Juga: Di Tengah Negosiasi Damai, Intelijen AS Ungkap Ambisi Putin Kuasai Ukraina Seutuhnya

"Rusia kemungkinan akan membentuk angkatan bersenjata yang 30%–50% lebih besar dibanding sebelum perang, dengan tingkat modernisasi yang lebih baik dan cadangan senjata serta amunisi yang telah dipulihkan sepenuhnya,” demikian isi laporan tersebut.

Intelijen Lithuania juga menilai tujuan utama Rusia tetap sama, yakni mengubah keseimbangan kekuatan di Eropa agar lebih menguntungkan Moskow serta menundukkan Ukraina secara penuh.

Kementerian Pertahanan Rusia belum memberikan tanggapan atas laporan tersebut.

Laporan itu juga menyoroti peningkatan kapasitas industri militer Rusia selama perang. Menurut intelijen Lithuania, peningkatan produksi tersebut didukung oleh kerja sama dengan China sehingga Rusia semakin mengurangi ketergantungan pada teknologi Barat.

Setelah perang berakhir, kelebihan produksi persenjataan Rusia dinilai berpotensi menimbulkan dampak terhadap keamanan global.

Lithuania, yang berbatasan langsung dengan Rusia dan sekutunya Belarus, merupakan anggota NATO dan Uni Eropa serta dikenal sebagai salah satu pendukung utama Ukraina dan pengkritik keras kebijakan Moskow.

Baca Juga: Zelenskiy Peringatkan Serangan Baru Rusia Menjelang Pembicaraan Perdamaian Jenewa

Laporan intelijen tersebut juga menyinggung insiden ledakan paket pada 2024 yang menurut pejabat Lithuania berkaitan dengan intelijen militer Rusia. Insiden serupa disebut berpotensi meningkat dan bahkan dapat mengancam keselamatan manusia.

Namun, laporan itu menyebut serangkaian gangguan terhadap pipa gas, kabel listrik, dan jaringan telekomunikasi di Laut Baltik sejak 2023 kemungkinan bukan tindakan sabotase yang disengaja. Gangguan tersebut diketahui melibatkan kapal-kapal yang berlayar dari pelabuhan Rusia.

Kepala intelijen militer Lithuania, Mindaugas Mazonas, mengatakan investigasi atas kerusakan pipa dan kabel tersebut tidak dilakukan oleh lembaganya.

“Kami mendapatkan jawaban bahwa ini merupakan insiden yang tidak disengaja,” kata Mazonas kepada wartawan.

Baca Juga: Zelenskyy Tuding Rusia Gunakan Belarus untuk Serang Ukraina & Hindari Pertahanan Kyiv

Negara-negara di kawasan Laut Baltik saat ini berada dalam kewaspadaan tinggi setelah berbagai gangguan infrastruktur bawah laut sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. NATO juga menyatakan akan meningkatkan kehadiran militernya di kawasan tersebut.




TERBARU
Kontan Academy
Financial Statement in Action AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×