Data India menunjukkan infeksi Covid-19 tak terkendali, angka kematian tembus rekor

Kamis, 20 Mei 2021 | 05:56 WIB Sumber: Reuters
Data India menunjukkan infeksi Covid-19 tak terkendali, angka kematian tembus rekor

ILUSTRASI. Pengujian laboratorium menunjukkan penyebaran virus India tak terkendali ketika jumlah kematian harian naik ke rekor 4.529. REUTERS/Samuel Rajkumar


KONTAN.CO.ID - BENGALURU. Menurut rantai laboratorium swasta India pada Rabu (19/5/2021), hampir dua pertiga orang yang diuji di India telah menunjukkan terinfeksi Covid-19.  Hal ini menunjukkan penyebaran virus yang tak terkendali ketika jumlah kematian harian naik ke rekor 4.529.

Data Reuters yang mengutip Kementerian Kesehatan India menunjukkan, India melaporkan 267.334 infeksi harian baru pada hari Rabu, sehingga total kasus Covid-19 di Negeri Taj Mahal ini mencapai 25,5 juta, tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Adapun jumlah kematian 283.248 kasus. 

Selama berbulan-bulan, tidak ada negara yang terpukul pandemi lebih keras daripada India, karena varian baru yang ditemukan di sana memicu lonjakan hingga lebih dari 400.000 infeksi baru setiap hari.

Berdasarkan perhitungan pelacak Reuters, hanya Amerika Serikat yang memiliki angka kematian satu hari yang lebih buruk, ketika negara ini kehilangan 5.444 orang pada 12 Februari 2021.

Baca Juga: Hati-hati! Varian corona asal India akibat transmisi lokal ditemukan di Jakarta

Dengan melimpahnya pasien di rumah sakit dan jumlah jenazah yang akan dikremasi, banyak yang menilai bahwa angka resmi yang dirilis pemerintah India lebih rendah dari kondisi sebenarnya. Beberapa ahli bahkan mengatakan infeksi dan kematian bisa lima sampai 10 kali lebih tinggi.

Ada kekhawatiran bahwa varian baru yang sangat menular tidak terkendali dan banyak kasus tidak dilaporkan karena kurangnya pengujian, terutama di pedesaan yang luas.

Baca Juga: Penelitian baru, dua vaksin Covid-19 ini efektif lawan virus corona dari India

Data dari Thyrocare, sebuah rantai laboratorium swasta, tampaknya mendukung kecemasan tersebut. Data Thyrocare menunjukkan bahwa 63,5% orang dinyatakan positif antibodi Covid-19 selama tujuh hari terakhir, naik dari 45% sebulan lalu.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru