kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.973.000   129.000   4,54%
  • USD/IDR 16.807   4,00   0,02%
  • IDX 8.147   24,12   0,30%
  • KOMPAS100 1.146   9,03   0,79%
  • LQ45 833   9,07   1,10%
  • ISSI 287   -1,72   -0,60%
  • IDX30 433   3,38   0,79%
  • IDXHIDIV20 520   5,37   1,04%
  • IDX80 128   1,27   1,00%
  • IDXV30 142   0,85   0,61%
  • IDXQ30 140   0,75   0,54%

Di Balik Turunnya Defisit AS, Ada Ancaman Fiskal Jangka Panjang


Kamis, 15 Januari 2026 / 04:00 WIB
Di Balik Turunnya Defisit AS, Ada Ancaman Fiskal Jangka Panjang
ILUSTRASI. USA (REUTERS/Jonathan Ernst)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Defisit anggaran Amerika Serikat tercatat menyusut pada 2025. Namun, perbaikan itu lebih terlihat sebagai hasil lonjakan sementara penerimaan bea masuk ketimbang cerminan membaiknya fundamental fiskal Negeri Paman Sam.

Data Departemen Keuangan AS menunjukkan, defisit anggaran pada tahun kalender 2025 turun menjadi US$ 1,67 triliun, terendah dalam tiga tahun terakhir. Salah satu penopangnya adalah penerimaan bea masuk yang melonjak ke rekor baru seiring agresivitas Presiden Donald Trump menaikkan tarif impor.

Sepanjang 2025, penerimaan dari tarif impor mencapai US$ 264 miliar, melesat sekitar US$ 185 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, sumber penerimaan ini tidak sepenuhnya solid. Pada Desember lalu saja, setoran bea masuk melambat ke US$ 28 miliar, level terendah sejak Juli, menandakan kontribusinya mulai kehilangan tenaga.

Di sisi lain, tekanan terhadap kas negara justru mulai terlihat dari kebijakan pajak Trump sendiri. Penerimaan pajak korporasi pada Desember anjlok 28% secara tahunan menjadi hanya US$ 65 miliar. Dalam waktu dekat, tekanan diperkirakan bertambah dengan mulai mengalirnya gelombang pengembalian pajak individu seiring dibukanya musim pelaporan pajak.

Secara bulanan, defisit Desember tercatat US$ 145 miliar. Sementara itu, dalam tiga bulan pertama tahun fiskal 2026 yang dimulai Oktober lalu, defisit sudah menembus US$ 602 miliar. Angka ini memberi sinyal bahwa tekanan fiskal belum benar-benar mereda.

Baca Juga: Manufaktur Jepang Kehilangan Momentum, Sektor Material Paling Tertekan

Pemerintah AS mencoba menampilkan penyempitan defisit sebagai bukti keberhasilan kebijakan ekonomi Trump. Dalam laporan Bloomberg (14/1), Menteri Keuangan Scott Bessent bahkan menyebut rasio defisit terhadap PDB pada tahun fiskal 2025 turun menjadi 5,9% dari 6,3% tahun sebelumnya.

Namun, klaim itu tidak sepenuhnya meyakinkan. Sejumlah analis menilai penurunan rasio tersebut dipengaruhi perubahan metode perhitungan dampak pinjaman mahasiswa. Jika distorsi itu disesuaikan, JPMorgan Chase & Co memperkirakan defisit tahun fiskal 2025 sebenarnya masih di atas US$ 1,9 triliun, atau tetap melampaui 6% dari PDB.

Lebih jauh, ancaman pembengkakan defisit justru datang dari kebijakan fiskal jangka menengah. Undang-Undang One Big Beautiful Bill Act diproyeksikan menambah defisit hingga US$ 3,4 triliun dalam 10 tahun ke depan sampai 2034, menurut Congressional Budget Office (CBO).

Belum lagi, sumber penerimaan dari tarif impor juga belum tentu aman. Mahkamah Agung AS saat ini bersiap memutuskan legalitas sejumlah kebijakan tarif Trump. Jika dipatahkan, salah satu penopang utama perbaikan defisit 2025 bisa langsung goyah.

Di sisi belanja, masalah struktural tetap membayangi. Pada kuartal pertama tahun fiskal ini, bunga utang melonjak 15% menjadi US$ 355 miliar. Belanja Medicare naik 9%, Medicaid 11%, dan Social Security bertambah 7%.

Tiga pos besar yakni kesehatan, jaminan sosial, dan bunga utang menyedot US$ 1,27 triliun hanya dalam satu kuartal, atau lebih dari separuh total belanja US$ 1,83 triliun.

Dengan struktur belanja yang kian berat dan penerimaan yang ditopang sumber-sumber yang belum tentu berkelanjutan, penyempitan defisit AS saat ini tampak lebih sebagai jeda sesaat ketimbang sinyal perbaikan fiskal yang benar-benar kokoh.

Baca Juga: Pelaku Usaha Inggris Makin Pesimistis

Selanjutnya: Orang Tua Wajib Tahu: Nestlé Indonesia Tarik Sukarela 2 Bets S-26 Promil Gold pHPro 1


Tag


TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×