kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Diduga diracun, pemimpin oposisi Rusia dalam kondisi serius di rumahsakit


Kamis, 20 Agustus 2020 / 14:13 WIB
ILUSTRASI. ALexei Navalny, tokoh oposisi Rusia.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

"Dokter mengatakan, racun diserap lebih cepat melalui cairan panas. Alexei Navalny sekarang tidak sadarkan diri," ujarnya.

Navalny, pengkritik keras Presiden Rusia Vladimir Putin, minum teh di sebuah kafe di Bandara Tomsk sebelum naik ke pesawat. Kantor berita Interfax mengutip pemilik kafe melaporkan, mereka sedang memeriksa kamera CCTV untuk mencoba mengetahui apa yang telah terjadi.

Yarmysh menyamakannya dengan insiden tahun lalu, saat Navalny menderita reaksi alergi akut, yang menurut seorang dokter, mungkin akibat keracunan dengan bahan kimia yang tidak diketahui.

Baca Juga: Bisa kerek ketegangan, Putin minta Jerman & Prancis tak ikut campur urusan Belarusia

Navalny, pengacara dan aktivis anti-korupsi, telah menjalani beberapa kali hukuman penjara dalam beberapa tahun terakhir karena mengorganisir protes anti-Kremlin.

Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa telah memutuskan, bahwa penangkapan dan penahanan Rusia terhadap Navalny pada 2012 dan 2014 bermotif politik dan melanggar hak asasi manusia, keputusan yang dipertanyakan Moskow.




TERBARU

[X]
×