kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45859,88   -1,43   -0.17%
  • EMAS918.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.26%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Dipimpin Rusia, 1.500 tentara dari tiga negara akan menggelar latihan anti terorisme


Minggu, 01 Agustus 2021 / 06:30 WIB
Dipimpin Rusia, 1.500 tentara dari tiga negara akan menggelar latihan anti terorisme

Sumber: TASS | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Sekitar 1.500 dari tiga negara, Rusia, Tajikistan, dan Uzbekistan, akan menggelar latihan militer gabungan di perbatasan Afghanistan pada awal bulan depan.

Dilansir dari TASS, latihan militer gabungan tiga negara ini akan berlangsung pada 5-10 Agustus 2021 di tempat pelatihan Kharb-Maidon, 20 km dari perbatasan dengan Afghanistan.

"Secara keseluruhan, lebih dari 1.500 tentara dan sekitar 300 item persenjataan dan perangkat keras militer dari tiga negara akan terlibat dalam latihan taktis," ungkap kantor pers Distrik Militer Pusat Rusia pada hari Selasa (27/8).

Seluruh pasukan akan berlatih menggagalkan penyusupan oleh kelompok-kelompok bersenjata yang dilarang dan melenyapkan kelompok teroris.

Pihak militer Rusia melaporkan bahwa nantinya latihan akan fokus pada langkah-langkah taktis, seperti menggunakan sistem pengintaian/penembakan dan pengintaian/penyerangan.

Baca Juga: Peringatan Putin: Angkatan Laut Rusia bisa luncurkan serangan yang tak dapat dicegah!

Kontingen Rusia dalam latihan kali ini sebagian besar datang dari unit-unit pangkalan militer Rusia ke-201 yang ditempatkan di Tajikistan.

Termasuk di antaranya adalah pasukan senapan gunung, tank dan artileri, dan juga kelompok pasukan operasi khusus Distrik Militer Pusat.

Ada juga pasukan perlindungan radiasi, kimia dan biologi Rusia, serta kelompok perang elektronik bergerak yang akan dilibatkan dalam latihan tersebut.

Pangkalan militer ke-201 yang ditempatkan di Tajikistan adalah fasilitas militer terbesar Rusia di luar perbatasannya. Pangkalan militernya ada di Dushanbe dan Bokhtar.

Berdasarkan perjanjian yang ditandatangani pada Oktober 2012, pangkalan militer Rusia di Tajikistan akan tetap ada hingga 2042.

Selanjutnya: Rusia: AS membuat sarang ketegangan jangka panjang di Asia Tenggara




TERBARU
Kontan Academy
Bongkar Rahasia Banjir Order dari Digital Marketing Rahasia Banjir Order dari Digital Marketing

[X]
×