kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.035   52,00   0,29%
  • IDX 6.186   -10,65   -0,17%
  • KOMPAS100 807   -4,25   -0,52%
  • LQ45 613   -2,23   -0,36%
  • ISSI 214   -0,32   -0,15%
  • IDX30 345   -1,11   -0,32%
  • IDXHIDIV20 427   -1,32   -0,31%
  • IDX80 92   -0,44   -0,48%
  • IDXV30 116   -0,47   -0,40%
  • IDXQ30 110   -0,53   -0,47%

Dituduh mencontek, Samsung dan Apple bersitegang!


Selasa, 19 April 2011 / 12:27 WIB
ILUSTRASI. Kim Min Joon bingung memikirkan jumlah hadiah uang untuk G-Dragon Big Bang yang sangat populer. 


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

WASHINGTON. Dua produsen besar komputer saat ini tengah bersitegang. Mereka adalah Apple Inc dan Samsung Electronics Co. Apple menuntut Samsung dengan tuduhan ponsel Galaxy keluaran Samsung mencontek tablet komputer iPad keluaran Apple. Bahkan, bentuk Galaxy juga menyerupai iPad yang sebelumnya sudah dipatenkan.

Jika dilihat, memang ada persamaan penggunaan di antara kedua produk canggih itu. Persamaannya terletak pada gestur tangan pada saat mengoperasikan Galaxy dengan iPad. Menurut Apple, ponsel dan tablet Galaxy yang menggunakan software Android keluaran Google didesain dengan mencontek produk iPad.

Perselisihan dua perusahaan tablet besar dunia itu terjadi di tengah tingginya permintaan atas produk tersebut. Padahal, sebelumnya, hubungan bisnis antara keduanya cukup lancar. Apalagi, Apple sangat bergantung dengan Samsung dalam menyuplai chip untuk iPhone dan iPad. Namun, setelah Samsung merilis Galaxy tab, Apple menuduh perusahaan tersebut sebagai salah satu perusahaan yang meramaikan "Tahun Menyontek" di 2011.

"Yang mengkhawatirkan, Anda akan melihat hubungan strategis antara Samsung dan Apple kian memburuk belakangan ini. Apalagi produk Samsung juga mendapatkan tempat di pasar sehingga Apple terus mengawasi gerak-gerik Samsung," jelas Kim Young Chan, analis Shinhan Investment Corp.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×