kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.023   -34,00   -0,19%
  • IDX 5.177   180,02   3,60%
  • KOMPAS100 663   31,95   5,06%
  • LQ45 516   27,94   5,72%
  • ISSI 177   5,12   2,97%
  • IDX30 290   16,87   6,17%
  • IDXHIDIV20 380   23,10   6,47%
  • IDX80 76   3,84   5,30%
  • IDXV30 106   5,59   5,55%
  • IDXQ30 96   6,12   6,82%

Dolar AS Stabil Selasa (20/10), Risiko Politik Prancis Bayangi Pergerakan Euro


Selasa, 20 Oktober 2026 / 08:29 WIB
Dolar AS Stabil Selasa (20/10), Risiko Politik Prancis Bayangi Pergerakan Euro
ILUSTRASI. Dolar AS (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pergerakan mata uang global cenderung terbatas pada awal perdagangan Asia, Selasa (20/10), seiring membaiknya selera risiko investor yang menopang sejumlah mata uang berimbal hasil lebih tinggi.

Namun, ketidakpastian politik di Eropa, terutama gejolak di Prancis, masih membayangi sentimen pasar.

Mengutip Reuters, euro bergerak stabil di US$ 1,1216, sedangkan pound sterling Inggris menguat 0,1% menjadi US$ 1,3308. Dolar Australia naik 0,1% ke US$ 0,6986 dan dolar Selandia Baru menguat 0,1% menjadi US$ 0,5668.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Selasa (20/10), Brent ke US$ 109,06 & WTI ke US$ 103,32

Terhadap yen Jepang, dolar AS bergerak datar di level 158,56 yen menjelang lelang obligasi pemerintah Jepang bertenor 20 tahun.

Kepala Riset Pepperstone Group di Melbourne, Chris Weston, mengatakan pasar valuta asing mencerminkan perbaikan selera risiko investor. Kondisi tersebut mendorong minat terhadap mata uang yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi.

“Pasar valuta asing mencerminkan perbaikan selera risiko, dengan mata uang berimbal hasil lebih tinggi mulai diminati pembeli,” kata Weston.

Meski demikian, kondisi di Eropa dinilai belum menunjukkan perbaikan yang meyakinkan.

Risiko politik di Prancis menjadi perhatian investor setelah pemerintah menetapkan jam malam di sejumlah kota pada Senin menyusul gelombang demonstrasi antipemerintah. Situasi tersebut menambah tekanan terhadap masa-masa akhir pemerintahan Presiden Emmanuel Macron.

Baca Juga: Harga Minyak Tergelincir di Pagi Ini (20/10), Pasar Cermati Potensi Kelebihan Pasokan

Di Italia, pemerintah juga menyatakan akan mengerahkan 500 personel militer setelah dua hari kerusuhan.

Weston menilai risiko terhadap utang pemerintah Prancis mulai tercermin pada pasar saham Eropa. Namun, ketahanan euro menunjukkan bahwa investor belum menganggap gejolak tersebut sebagai persoalan sistemik yang mengancam seluruh kawasan Eropa.

Tekanan juga terlihat pada pasar obligasi. Selisih imbal hasil obligasi pemerintah Prancis dan Jerman bertenor 10 tahun melebar 9,9 basis poin pada Senin menjadi 147,3 basis poin. Pelebaran spread tersebut menunjukkan meningkatnya premi risiko yang diminta investor untuk memegang obligasi Prancis dibandingkan obligasi Jerman.

Analis ING dalam catatan kepada klien menyebut, tekanan terhadap spread obligasi Prancis meningkat di tengah sorotan terhadap demonstrasi yang berlangsung.

Baca Juga: Manchester City Terancam Degradasi, Ini Potensi Sanksi Kasus FFP

Pasar juga mencermati perkembangan pembahasan anggaran Prancis untuk 2027, termasuk pemungutan suara awal parlemen atas bagian penerimaan dalam rancangan undang-undang keuangan.

Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun bertahan di level 5,131%.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, mengakhiri tren penurunan selama dua hari dengan naik 0,2% menjadi 101,98 pada perdagangan Senin.

Terhadap yuan China di pasar offshore, dolar AS bergerak stabil di 6,6811 yuan setelah bank sentral China mempertahankan suku bunga sesuai ekspektasi pasar.

Baca Juga: Elon Musk Mau Bagikan Saham SpaceX ke 70 Juta Anak AS

Di pasar aset kripto, Bitcoin bergerak datar di US$ 81.906,58, sedangkan Ether naik tipis 0,3% menjadi US$ 2.405,99.

Pergerakan mata uang global selanjutnya akan dipengaruhi perkembangan politik dan fiskal Eropa, arah selera risiko investor, serta dinamika imbal hasil obligasi pemerintah di negara-negara utama.




TERBARU

[X]
×