kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.028.000   16.000   0,53%
  • USD/IDR 16.814   -85,00   -0,50%
  • IDX 8.396   124,32   1,50%
  • KOMPAS100 1.183   18,77   1,61%
  • LQ45 848   12,48   1,49%
  • ISSI 300   4,67   1,58%
  • IDX30 445   8,19   1,88%
  • IDXHIDIV20 530   8,41   1,61%
  • IDX80 132   1,86   1,43%
  • IDXV30 145   1,60   1,12%
  • IDXQ30 143   2,42   1,73%

Dolar Melemah Usai Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump Senin (23/2/2026)


Senin, 23 Februari 2026 / 17:08 WIB
Dolar Melemah Usai Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump Senin (23/2/2026)
ILUSTRASI. Dolar AS (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Dolar AS melemah pada perdagangan Senin (23/2/2026) setelah keputusan Supreme Court of the United States yang membatalkan tarif impor Presiden Donald Trump memicu kembali ketidakpastian kebijakan.

Sentimen pasar juga dibayangi kekhawatiran meningkatnya tensi antara AS dan Iran.

Melansir Reuters, Euro menguat 0,2% ke level US$1,1808, sementara poundsterling naik 0,3% ke US$1,3519. Dolar juga melemah 0,2% terhadap yen Jepang menjadi 154,745 yen.

Baca Juga: Kerusuhan Usai Tewasnya “El Mencho”, Empat Laga Sepak Bola Meksiko Ditunda

Chief Global Market Strategist Invesco Brian Levitt menilai, pergerakan awal ini lebih bersifat reaksi spontan terhadap berita ketimbang mencerminkan perubahan fundamental ekonomi global.

“Reaksi awal pasar kemungkinan bersifat jangka pendek, mengingat masih ada berbagai jalur yang bisa ditempuh untuk mempertahankan tarif,” ujarnya.

Tarif Diganti 15%, Potensi Gugatan Berlarut

Pada Jumat lalu, Mahkamah Agung memutuskan bahwa Trump melampaui kewenangannya dalam memberlakukan tarif global secara luas.

Tak lama setelah putusan tersebut, Trump mengumumkan tarif pengganti sebesar 15% untuk seluruh impor, yang berlaku selama 150 hari.

Baca Juga: Bursa Australia Ditutup Turun Senin (23/2) di Tengah Kekhawatiran Tarif AS

Namun, belum jelas apakah pemerintah AS wajib mengembalikan bea masuk yang telah dibayarkan importir sebelumnya, karena pengadilan tidak memutuskan hal tersebut.

Analis memperkirakan proses litigasi bisa berlangsung bertahun-tahun, menciptakan ketidakpastian baru di pasar valuta asing yang sudah dipengaruhi ekspektasi suku bunga dan gejolak geopolitik.

Di sisi lain, European Commission mendesak AS untuk tetap mematuhi kesepakatan dagang yang dicapai tahun lalu dengan Uni Eropa, termasuk tarif nol persen untuk sejumlah produk seperti pesawat dan suku cadang.

Mitra dagang AS di Asia juga tengah mencermati dinamika terbaru ini, terutama setelah kebijakan tarif sebelumnya dinilai gagal menutup defisit perdagangan AS.

Baca Juga: Korea Selatan dan Brasil Sepakat Memperluas Kerja Sama Sektor Mineral dan Perdagangan

Risiko Konflik Iran Tambah Tekanan

Selain isu tarif, pasar juga mencermati risiko konflik militer antara AS dan Iran. Meski kedua negara dijadwalkan menggelar putaran ketiga perundingan soal nuklir pada Kamis mendatang, Trump telah memerintahkan peningkatan besar kekuatan militer AS di Timur Tengah.

Analis Goldman Sachs menyebut eskalasi ketegangan di Timur Tengah kembali mengangkat kebutuhan lindung nilai (hedging) terhadap risiko geopolitik dan potensi lonjakan harga komoditas.

Iran merupakan salah satu produsen minyak utama dunia. Serangan terhadap negara tersebut berpotensi mengganggu pasar minyak global, termasuk risiko penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur sekitar seperlima aliran minyak dunia.

Baca Juga: Uni Eropa Tidak Akan Menerima Kenaikan Tarif AS Pasca Putusan Mahkamah Agung

Goldman Sachs menilai franc Swiss sebagai lindung nilai inflasi yang lebih menarik. Mata uang tersebut menguat 0,3% menjadi 0,7736 franc per dolar AS.

Dengan kombinasi ketidakpastian tarif dan risiko geopolitik, pasar valuta asing diperkirakan tetap volatil dalam jangka pendek.

Selanjutnya: Laba Bank BCA (BBCA) Tembus Rp 5 Triliun di Januari 2026, Begini Rekomendasi Analis

Menarik Dibaca: Harga Emas Dunia Lanjut Naik di atas US$ 5.100, Terpicu Tarif AS




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×